PINTU Perluas Pilihan Aset Kripto Tertenosis Menjadi 48

Budi Santoso

PINTU Perluas Pilihan Aset Kripto Tertenosis Menjadi 48

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto terkemuka yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkaya pilihan investasi bagi masyarakat Indonesia. Dalam menghadapi lonjakan tren tokenisasi aset yang semakin mengemuka, PINTU kini secara resmi telah menambah total 48 aset tertokenisasi yang siap diperdagangkan di platformnya. Langkah strategis ini menandai upaya PINTU untuk semakin mendemokratisasi akses terhadap instrumen investasi global yang inovatif.

Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU, menyampaikan antusiasmenya terhadap perkembangan positif transaksi tokenisasi aset di platformnya. Beliau mengungkapkan bahwa pada bulan April 2026, terjadi peningkatan kumulatif pengguna sebesar 9,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Maret 2026. Tidak hanya itu, rata-rata transaksi per pengguna pun mengalami lonjakan signifikan hingga 87,32 persen. Kinerja impresif ini menunjukkan tingginya minat investor domestik terhadap aset tertokenisasi. Lebih lanjut, Iskandar merinci lima tokenisasi aset yang paling aktif diperdagangkan pada periode tersebut, yaitu iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), dan Alibaba Group (BABAON). Daftar ini mengindikasikan preferensi investor terhadap aset-aset yang merepresentasikan perusahaan teknologi terkemuka dan komoditas berharga.

Perkembangan positif di PINTU sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan minat investor kripto terhadap tokenisasi aset. Data dari RWA.xyz per 12 Mei 2026 mencatat bahwa total kapitalisasi pasar tokenisasi aset global dalam 30 hari terakhir melonjak 5,38 persen, mencapai angka fantastis 32,18 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 563 triliun. Angka ini menegaskan potensi besar dari aset tertokenisasi sebagai kelas aset yang kian relevan dalam lanskap investasi global.

Baca Juga :  TelkomMetra Jual AdMedika ke Fullerton Health, Fokus Bisnis Inti

Menyikapi geliat inovasi ini, OJK juga turut menyambut baik perkembangan teknologi blockchain dan kriptografi, termasuk tokenisasi aset. Regulator melihat potensi besar dalam tokenisasi aset untuk membuka peluang investasi baru yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Dengan nilai investasi yang relatif lebih rendah dibandingkan aset tradisional, tokenisasi aset memungkinkan lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam pasar global.

Iskandar kembali menegaskan peran PINTU dalam mendukung ekosistem tokenisasi aset di Indonesia. "Dalam rangka mendukung perkembangan tokenisasi aset agar dapat diakses lebih mudah oleh investor kripto Indonesia, PINTU telah menghadirkan 48 aset tertokenisasi," ujarnya. Aset-aset ini mencakup spektrum industri global yang sangat luas, mulai dari sektor teknologi dan Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, e-commerce, layanan keuangan, consumer goods, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi strategis seperti Exchange Traded Funds (ETF) dan emas digital. Keberagaman pilihan ini memberikan kesempatan bagi investor Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap berbagai sektor industri terkemuka di dunia, langsung melalui ekosistem kripto yang dinamis.

Portofolio aset tertokenisasi yang kini tersedia di PINTU mencakup nama-nama raksasa global seperti Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, dan JPMorgan Chase & Co. Selain itu, investor juga dapat mengakses instrumen investasi lain yang memberikan eksposur ke sektor teknologi dan AI, keuangan, consumer goods, healthcare, energi, aerospace & defense, precious metals, obligasi pemerintah AS, hingga berbagai ETF global. Kekayaan pilihan ini memungkinkan investor untuk membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.

Baca Juga :  AC Mobil Ngadat? Jangan Tunggu Rusak, Perawatan Rutin Kunci Kenyamanan

Lebih lanjut, Iskandar menekankan keuntungan fundamental dari tokenisasi aset. "Tokenisasi aset memungkinkan investor kripto membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi melalui ekosistem kripto, sekaligus menghadirkan pengalaman investasi yang lebih fleksibel, transparan, dan dapat diakses 24 jam," jelasnya. Fleksibilitas waktu dan transparansi yang ditawarkan oleh teknologi blockchain menjadi daya tarik utama. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang hati-hati. "Meski demikian, penting bagi investor untuk memahami produk, melakukan riset secara menyeluruh, serta menerapkan manajemen risiko yang baik agar keputusan investasi tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang," tutup Iskandar, menggarisbawahi prinsip kehati-hatian dan edukasi dalam setiap keputusan investasi.

Also Read

Tinggalkan komentar