IHSG Turun 0,56%, Kapitalisasi Pasar Rp10.729 T

Budi Santoso

IHSG Turun 0,56%, Kapitalisasi Pasar Rp10.729 T

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pergerakan pasar saham yang beragam pada periode 25-29 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup pada level 6.127,381, mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.162,045. Penurunan ini menandai kelanjutan tren pelemahan IHSG yang telah terjadi sepanjang tahun 2026. Secara kumulatif, sejak awal tahun (year to date), IHSG dilaporkan telah anjlok hampir 30 persen dari posisi awal tahun di level 8.748.

Meskipun IHSG mengalami pelemahan, kapitalisasi pasar BEI justru mencatatkan kenaikan sebesar 0,88 persen, mencapai Rp10.729 triliun dari Rp10.635 triliun pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan rata-rata nilai transaksi harian yang melonjak 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun, dibandingkan Rp21,77 triliun pada pekan sebelumnya.

Namun, di sisi lain, aktivitas perdagangan saham menunjukkan penurunan. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga mengalami koreksi sebesar 15,60 persen menjadi 30,95 miliar lembar saham, turun dari 36,67 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Aktivitas investor asing pada akhir pekan lalu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,519 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp53,971 triliun.

Baca Juga :  Bank bjb Cetak Laba Bersih Rp 410 Miliar di Triwulan I 2026

Selain pergerakan pasar, BEI juga aktif dalam kegiatan pengembangan pasar modal. Pada Selasa, 26 Mei 2026, BEI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan Strategic Leadership Dialogue. Forum ini bertemakan "Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) dalam Membangun Kepercayaan Pasar Modal Indonesia".

Dialog strategis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perusahaan tercatat mengenai implementasi SPK yang selaras dengan standar global International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2. Diharapkan, langkah ini akan meningkatkan kredibilitas informasi dan daya saing pasar modal Indonesia di kancah internasional. Para pemangku kepentingan menekankan peran krusial direksi dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko perusahaan. BEI berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur pelaporan melalui sistem SPE-IDXnet dan situs IDX Sustainability guna menyediakan data ESG yang transparan dan berkualitas bagi investor, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih baik di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Also Read

Tinggalkan komentar