IP Expo Indonesia 2026: Pertemukan Brand & Kreator di Jakarta

Budi Santoso

IP Expo Indonesia 2026: Pertemukan Brand & Kreator di Jakarta

IP Expo Indonesia kembali hadir di tahun 2026, melanjutkan kesuksesan besar dari debutnya tahun lalu. Mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan intelektual (IP) di Asia Tenggara, ajang dua hari ini akan mempertemukan para pemilik IP paling berpengaruh di dunia, pemilik brand, dan para kreator dalam satu tempat strategis. Diselenggarakan oleh GDP Venture dan dentsu Indonesia, acara ini akan berlangsung pada 7-8 Mei 2026 di Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Bagi yang melewatkan gelaran tahun lalu, IP Expo Indonesia 2026 menawarkan kesempatan emas untuk bergabung dalam platform di mana ide bertransformasi menjadi kemitraan nyata. Acara ini dirancang khusus bagi brand dan pemasar yang ingin memahami strategi aktivasi IP demi pertumbuhan bisnis yang signifikan. Memasuki tahun kedua, IP Expo Indonesia 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dan konten yang lebih mendalam, melampaui ekspektasi yang telah ditetapkan pada 2025.

Acara ini menggabungkan dua pilar utama yang saling melengkapi: exhibition dari para pemilik IP dan conference area yang berfungsi sebagai marketplace. Sektor exhibition akan menampilkan 52 eksibitor dari berbagai industri seperti entertainment, sports, hingga gaming. Hal ini memberikan akses langsung bagi brand untuk menjajaki IP yang paling diburu di pasar, membuka peluang lisensi dan kolaborasi yang menguntungkan. Sementara itu, sesi konferensi akan menghadirkan 21 sesi selama dua hari, mengupas tuntas peran IP dalam bisnis modern. Pembahasan akan mencakup ekosistem konten hingga strategi monetisasi, dengan pembicara terkemuka dari skala global dan lokal, termasuk Sanrio, Toei Animation, Infia, Provaliant, dan Sony Music Publishing Indonesia.

Baca Juga :  Durian Sulawesi Tengah Merajai Pasar China, Ekspor 459 Ton Senilai Rp 42,5 Miliar

Fokus utama IP EXPO 2026 adalah pada business impact, dengan menyediakan wadah interaksi bisnis langsung melalui Structured Business Meeting. Sesi ini memfasilitasi pertemuan one-on-one antara pemilik IP dan pemasar, memungkinkan eksplorasi peluang kemitraan dan lisensi yang lebih terfokus dan efisien. Eva Soputan, VP Business Development GDP Venture, menekankan pentingnya relevansi bagi audiens di era modern. "Brand tidak hanya bersaing untuk mendapatkan perhatian, melainkan pula menjadi relevan bagi audiensnya," ujarnya. IP, menurut Eva, berperan mendekatkan hubungan emosional dengan audiens melalui cerita dan budaya yang dicintai, menciptakan ikatan yang membawa nilai sejarah dan komunitas. "IP Expo Indonesia hadir sebagai wadah yang menyatukan elemen-elemen tersebut, sekaligus menjadi langkah menuju ekosistem IP yang lebih terkoneksi dan kolaboratif di Indonesia," tambahnya.

Elvira Jakub, Country CEO dentsu Indonesia, menyoroti potensi besar Indonesia dalam ekonomi IP, dengan kunci terletak pada bagaimana kreativitas dapat terhubung dan berkelanjutan. Dentsu berkomitmen membantu brand menavigasi kompleksitas ini untuk mencapai hasil bisnis yang nyata. "Di saat brand semakin mengandalkan budaya dan fandom untuk menonjol, IP Expo Indonesia 2026 -hasil kemitraan kami dengan GDP Venture- hadir sebagai titik temu krusial di mana IP bertransformasi dari aset menjadi keunggulan kompetitif," tegas Elvira. Pertemuan antara brand dan IP bukan hanya mengejar tren, melainkan menciptakan gelombang pertumbuhan yang menjadikan brand relevan dan tak tergantikan.

Baca Juga :  Permendag Baru Perketat Impor Pangan, Jaga Swasembada

Tiket IP Expo Indonesia 2026 kini tersedia di ipexpo.id. Dapatkan promo khusus diskon 20 persen bagi pemegang kartu BCA. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, kunjungi situs ipexpo.id atau ikuti akun Instagram @ipexpo.id. Pertanyaan lebih lanjut dapat dikirimkan ke [email protected].

Also Read

Tinggalkan komentar