
Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui ekspor 459 ton durian beku ke China, dengan nilai fantastis mencapai Rp 42,5 miliar. Perusahaan PT Duco Food Indonesia yang berbasis di Palu menjadi pionir dalam pengiriman monumental ini, mengapalkan 17 kontainer durian berkualitas tinggi yang siap menggoyang lidah konsumen di Negeri Tirai Bambu. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi PT Duco Food Indonesia, tetapi juga menjadi penanda penting bagi komoditas unggulan Sulawesi Tengah untuk menembus pasar global. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pantoloan, Galih Seno Prabowo, menegaskan bahwa momen ini membuktikan daya saing produk lokal di panggung internasional.
Galih Seno Prabowo menekankan bahwa keberhasilan ekspor durian beku ini merupakan bukti nyata kualitas dan daya tarik produk pertanian Sulawesi Tengah di pasar global. Lebih dari sekadar menjalankan fungsi pengawasan, Bea Cukai Pantoloan berperan aktif sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri bagi para pelaku usaha. Peran Bea Cukai ini sangat krusial dalam mempermudah proses ekspor, mulai dari perizinan hingga logistik, sehingga pelaku usaha dapat fokus pada peningkatan kualitas produk dan jangkauan pasar. Sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperluas akses pasar ekspor bagi komoditas unggulan daerah. Kolaborasi ini memastikan bahwa potensi ekonomi Sulawesi Tengah dapat terus digali dan dimaksimalkan.
Indonesia sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu negara eksportir durian terkemuka di dunia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang Juli 2024, nilai ekspor durian Indonesia telah mencapai US$ 52.000. Negara-negara tujuan utama ekspor durian Indonesia meliputi Singapura, Malaysia, dan yang paling signifikan adalah China. Pasar China memang menjadi magnet bagi produk-produk pertanian Indonesia, mengingat besarnya potensi konsumsi dan daya beli masyarakatnya. Dalam setahun, China mampu mengimpor durian dengan nilai mencapai US$ 8 miliar, sebuah angka yang menunjukkan betapa besarnya peluang bagi negara-negara produsen durian seperti Indonesia.
Ekspor durian beku dari Sulawesi Tengah ini menjadi angin segar dan bukti nyata kemampuan adaptasi produk pertanian Indonesia terhadap standar pasar internasional. Teknologi pembekuan yang canggih memungkinkan durian untuk dipertahankan kualitasnya selama perjalanan panjang ke China, memastikan konsumen di sana dapat menikmati rasa otentik durian Indonesia. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat mendorong petani lokal untuk meningkatkan skala produksi dan kualitas, serta membuka peluang investasi baru di sektor agrobisnis Sulawesi Tengah. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi yang solid, durian Indonesia berpotensi untuk semakin mendominasi pasar global dan membawa pulang devisa negara yang lebih besar. Momen ini adalah permulaan yang menjanjikan untuk komoditas durian Sulawesi Tengah di masa depan.











