
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5), dipicu oleh pengumuman rebalancing saham Indonesia dalam indeks saham global MSCI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyatakan koreksi ini adalah konsekuensi dari reformasi pasar modal yang sedang berjalan. Meskipun demikian, pelemahan yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar, tidak sampai terjun drastis. Pada saat berita ini ditulis, IHSG tercatat melemah 1,67% ke level 6.744,37. Hasan menambahkan bahwa tingkat penurunan yang terjadi berkisar antara 1% hingga 1,5%, yang menurutnya tidak signifikan.
Hasan Fawzi juga menilai bahwa aktivitas transaksi pasar modal saat ini masih berada dalam batas wajar sebagai imbas dari rebalancing indeks. OJK bersama dengan self regulatory organization (SRO) akan terus memantau pergerakan IHSG pasca pengumuman MSCI. Hingga pukul 10 pagi, tercatat adanya penurunan indeks, namun dengan tingkat aktivitas yang dinilai masih dalam batasan wajar dan merupakan reaksi terhadap rebalancing. Hasan juga memastikan tidak ada kepanikan di kalangan investor menyusul pengumuman tersebut. Saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI dilaporkan masih bergerak dalam rentang yang wajar. Frekuensi, volume, dan nilai transaksi pasar modal juga dilaporkan baik, tidak berbeda signifikan dari hari-hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau penjualan saham secara masif tanpa diimbangi oleh kekuatan pembelian.
Sebagai informasi, sebanyak 18 saham Indonesia tercatat keluar dari indeks MSCI Global Standard Index, sementara tidak ada saham baru yang masuk ke indeks tersebut. Beberapa saham besar yang dikeluarkan antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan peringkat dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index. MSCI juga melakukan perombakan pada komposisi MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indonesia.
Sebanyak 13 saham lain yang juga ditendang dari indeks MSCI antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Pergerakan saham-saham ini, meskipun mengalami keluar dari indeks utama, masih dianggap wajar oleh OJK.











