Wisman ke RI Naik 8,62% di Kuartal I-2026

Budi Santoso

Wisman ke RI Naik 8,62% di Kuartal I-2026

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menunjukkan tren positif, mencatat peningkatan signifikan sebesar 8,62% pada periode Januari-Maret 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka 3.436.276 kunjungan ini merupakan capaian tertinggi sejak 2020, mengindikasikan pemulihan sektor pariwisata yang kuat pasca-pandemi. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memaparkan bahwa meskipun terdapat sedikit penurunan bulanan sebesar 6,17% pada Maret 2026, angka kunjungan tahunan justru melonjak 10,50%.

Selama berada di Indonesia pada triwulan pertama 2026, rata-rata pengeluaran wisman mencapai US$ 1.345,61 atau sekitar Rp 23,27 juta (dengan kurs Rp 17.300 per dolar AS). Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, menandakan bahwa turis asing semakin banyak berinvestasi dalam pengalaman mereka di Indonesia. Alokasi pengeluaran terbesar wisman terfokus pada akomodasi, dengan proporsi mencapai 37,23%. Diikuti oleh pengeluaran untuk makan dan minum sebesar 20,17%, serta belanja oleh-oleh dan cinderamata sebesar 11,04%. Hal ini menunjukkan bahwa industri perhotelan, kuliner, dan ritel pariwisata menjadi motor penggerak utama dalam mendatangkan devisa.

Analisis asal negara menunjukkan bahwa Malaysia masih menjadi kontributor terbesar kunjungan wisman, mencapai 17,14%. Posisi kedua ditempati oleh wisatawan asal Australia dengan kontribusi 12,01%, diikuti oleh Singapura sebesar 9,45%. Dominasi Malaysia kemungkinan dipengaruhi oleh kedekatan geografis, kemudahan akses, serta promosi pariwisata yang terus digencarkan. Sementara itu, Australia menunjukkan peran pentingnya dalam mendatangkan turis, terutama yang memiliki preferensi terhadap destinasi wisata alam dan budaya.

Baca Juga :  Jogja Financial Festival 2026: Edukasi dan Hiburan Finansial di Kota Pelajar

Data BPS juga mengungkap bahwa Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama bagi sebagian besar wisman. Menariknya, kunjungan yang melalui bandara ini didominasi oleh wisatawan asal Australia. Hal ini memperkuat posisi Bali sebagai destinasi primadona di mata turis Australia. Keberhasilan ini dapat dikaitkan dengan beragamnya atraksi yang ditawarkan Bali, mulai dari pantai yang indah, budaya yang kaya, hingga aktivitas petualangan yang menarik. Peningkatan kunjungan wisman ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi Indonesia, terutama sektor pariwisata yang memiliki efek berganda terhadap berbagai industri pendukung. Pemerintah diharapkan terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi, memperbaiki infrastruktur, serta mempermudah akses bagi wisatawan internasional untuk menjaga momentum positif ini dan mencapai target kunjungan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Also Read

Tinggalkan komentar