Prabowo Perbaiki Manajemen Anggaran Makan Bergizi Gratis

Budi Santoso

Prabowo Perbaiki Manajemen Anggaran Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto tengah memfokuskan upaya perbaikan manajemen program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama terkait penggunaan anggaran agar lebih efektif dan efisien dalam pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyalahkan program MBG, mengingat Presiden secara aktif terlibat dalam optimalisasi pelaksanaannya. "Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang," ujar Purbaya dalam Konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap masukan dan terus berupaya mencari cara terbaik untuk mengoptimalkan program MBG. Presiden Prabowo, menurut Purbaya, secara cermat menghitung langkah-langkah yang paling tepat untuk meningkatkan efektivitas program tanpa mengganggu tujuan utamanya dalam menyediakan makanan bergizi bagi para siswa sekolah. "Jadi bukan immune terhadap masukan, Bapak kita itu, Pak Presiden sedang menghitung gimana yang terbaik tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah," terang Purbaya.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan pagu anggaran untuk tahun 2026 sebesar Rp 268 triliun. Purbaya menambahkan bahwa masih ada potensi efisiensi lanjutan yang sedang dalam perhitungan pemerintah. "Yang terakhir Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung," jelasnya.

Baca Juga :  Harga BBM Per 1 Juni: Pertamax Naik, Dexlite & Pertamina Dex Turun

Realisasi program MBG hingga 30 April 2026 telah mencapai Rp 75 triliun, atau sekitar 22,4% dari total APBN sebesar Rp 335 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 61,96 juta penerima manfaat dan 27.295 Sekolah Penyelenggara Pangan Bergizi (SPPG). Purbaya merinci lebih lanjut, "Realisasi MBG sudah mencapai Rp 75 triliun, itu 22,4% dari APBN yang sebesar Rp 335 triliun. Tapi nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Pak Presiden, sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Anggaran sekarang berapa? Rp 268 triliun, tapi nanti ada penghematan lebih lanjut."

Perlu dicatat bahwa dana sebesar Rp 335 triliun ini berasal dari Dana Standby BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara), yang sebagian sebesar Rp 67 triliun dikeluarkan dari kebijakan presiden sebagai dana cadangan. Sekitar 93% dari total alokasi APBN sebesar Rp 268 triliun yang dikelola oleh BGN, dialokasikan secara spesifik untuk program MBG, menunjukkan prioritas pemerintah dalam program ini. Upaya perbaikan manajemen anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi penggunaan dana publik untuk kesejahteraan siswa.

Also Read

Tinggalkan komentar