
Suasana Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, terpantau sepi pada Rabu, 13 Mei 2026, menjelang libur panjang peringatan Kenaikan Isa Al Masih yang jatuh pada 14 Mei. Kondisi ini kontras dengan momen libur panjang pada umumnya yang biasanya diwarnai lonjakan penumpang. Bangku-bangku ruang tunggu mayoritas masih kosong, dan sejumlah bus antar kota terparkir rapi sembari menunggu calon penumpang. Aktivitas terminal berjalan lebih tenang, bahkan para calo tiket bus terlihat menunggu dengan sabar, sesekali berbincang satu sama lain, menandakan belum tingginya arus perjalanan masyarakat.

Di area keberangkatan, deretan bus antar kota masih terparkir rapi, belum terisi penuh. Para sopir dan kernet duduk santai di dekat kendaraan, membersihkan atau memeriksa kondisi bus sebelum jadwal keberangkatan. Terminal yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk penumpang kini terasa lebih lengang, langkah kaki terdengar jelas, bercampur suara mesin bus yang sesekali dinyalakan. Para pedagang makanan dan minuman pun turut menanti pembeli di kios-kios sekitar terminal.

Meskipun terminal relatif sepi, aktivitas jual beli tiket tetap berlangsung. Sebagian penumpang memilih membeli langsung di loket resmi, sementara yang lain masih memanfaatkan jasa calo untuk kemudahan dan kecepatan mendapatkan tiket tanpa harus repot mencari jadwal keberangkatan. Libur panjang Kenaikan Isa Al Masih memang menjadi momen penting untuk mobilitas masyarakat, namun hingga siang hari, arus keberangkatan di Terminal Tanjung Priok belum menunjukkan lonjakan signifikan, menciptakan suasana yang lebih tenang dari perkiraan. Di balik ketenangan ini, para calo, sopir, dan pedagang tetap bertahan, menjaga denyut aktivitas terminal yang terus berjalan meski tanpa keramaian yang biasanya. Situasi ini mencerminkan kemungkinan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat atau perencanaan keberangkatan yang lebih terukur untuk libur panjang kali ini. Para petugas terminal pun tetap siaga, memastikan operasional berjalan lancar meski dalam kondisi sepi. Kesiapan armada bus dan kelengkapan dokumen perjalanan juga telah diperiksa, mengantisipasi lonjakan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Ketiadaan keramaian ini juga memberikan kesempatan bagi petugas untuk melakukan pemeliharaan rutin dan peningkatan fasilitas demi kenyamanan penumpang di masa mendatang.











