
Pandemi COVID-19 di awal 2020 menjadi titik balik kehidupan Sri Haryadi. Kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang diterapkan kantornya membuka peluang baru yang tak terduga. Kini, Sri sukses mengembangkan bisnis makanan dan minuman UMKM bernama Kooe.id, yang berawal dari hobi dan rasa penasaran.
Sri menceritakan bahwa masa WFH selama tiga bulan di awal pandemi memberinya waktu luang untuk mengeksplorasi minat. Awalnya ia mencoba bidang tanaman, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya, kecintaannya pada dunia kuliner membawanya bereksperimen membuat puding regal. Produk buatannya yang mendapat pujian dari orang terdekat mendorongnya untuk mencoba berjualan. Sistem pre order menjadi awal mula bisnisnya, yang kemudian berkembang pesat setelah ia pensiun pada tahun 2022 dan fokus sepenuhnya pada UMKM Kooe.id.
Nama "Kooe.id" sendiri memiliki makna mendalam dalam bahasa Jawa, "kowe" berarti "kamu", sehingga "kue untuk kamu". Sri bersyukur atas dukungan teman-teman dalam pemilihan nama dan logo bisnisnya. Pemasaran dilakukan melalui Instagram dan WhatsApp, serta partisipasi dalam berbagai bazar. Pelanggan setia dan rekomendasi dari mulut ke mulut menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnisnya. Beragam produk kini ditawarkan, mulai dari mango sago, air kelapa murni, es teler, hingga yang terbaru adalah sambal.

Perjalanan Sri semakin berkembang pesat setelah bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh BRI pada tahun 2025. Awalnya mengetahui program ini dari teman, Sri langsung mendaftar dan mendapatkan sambutan hangat serta bantuan dalam prosesnya. Di Rumah BUMN, ia tidak hanya mendapatkan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga kesempatan berkolaborasi dengan pelaku UMKM lain. Pengalaman ini sangat berharga, terutama ketika ia mendapat pesanan dalam jumlah besar yang tidak dapat ditangani sendiri. Kolaborasi dengan UMKM lain di Rumah BUMN memungkinkan pesanan tersebut terpenuhi, memperluas jaringan dan memperkuat ekosistem ekonomi digital UMKM.
Sri aktif mengikuti berbagai kelas dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN Jakarta, yang bersifat gratis dan sangat membantunya dalam pengembangan usaha. Ia mengakui bahwa Rumah BUMN Jakarta telah berperan besar dalam mengembangkan dan memperluas jangkauan bisnisnya, dengan kurikulum pelatihan yang relevan dan sesuai kebutuhan.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa BRI mengelola 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia sebagai wadah kolaborasi untuk membentuk ekosistem ekonomi digital UMKM. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha agar UMKM dapat bertransformasi menuju ekonomi digital yang mandiri dan berkelanjutan. Melalui pelatihan, pendampingan digital, akses permodalan, dan jejaring pasar, Rumah BUMN berkomitmen untuk membantu UMKM naik kelas. "Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujar Jajang Rohmana.











