Skema FLPP BTN Mudahkan Milenial Miliki Hunian Strategis

Budi Santoso

Skema FLPP BTN Mudahkan Milenial Miliki Hunian Strategis

Jakarta – Kesulitan masyarakat berpenghasilan menengah dalam memiliki hunian di pusat kota mendorong pemerintah dan perbankan untuk berinovasi. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjadi salah satu pionir dalam menyediakan solusi melalui skema rumah susun subsidi dengan penawaran menarik. Program KPR Rusun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kini hadir di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, yang sangat strategis bagi para pekerja di pusat bisnis.

Lokasi rusun yang berdekatan dengan pusat perkantoran menjadi daya tarik utama program ini. Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN, menekankan keuntungan ini bagi para pekerja, bahkan menyebutkan kedekatan lokasi rusun Manggarai dengan kantor pusat BTN di Kuningan sebagai contoh nyata. Hal ini menandakan komitmen BTN untuk memfasilitasi karyawan mereka sendiri agar lebih mudah memiliki hunian di area yang dekat dengan tempat kerja.

Pemerintah telah melakukan penyesuaian signifikan pada skema harga jual rumah susun subsidi, menjadikannya lebih terjangkau bagi masyarakat. BTN sendiri memegang predikat sebagai bank penyalur terbesar untuk program FLPP pemerintah, menunjukkan peran krusialnya dalam merealisasikan program kepemilikan hunian bagi masyarakat.

Untuk dapat memanfaatkan program FLPP, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Syarat utamanya meliputi belum pernah memiliki rumah pribadi, belum pernah menerima subsidi perumahan sebelumnya, memiliki masa kerja minimal dua tahun, dan berusia minimal 21 tahun. Persyaratan ini dirancang untuk memastikan bantuan perumahan ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  Jogja Financial Festival: Edukasi Keuangan & Hiburan di Kota Pelajar

Selain itu, pemerintah juga telah memperluas batas maksimal penghasilan bagi penerima FLPP di wilayah Jabodetabek. Batasan penghasilan yang sebelumnya Rp8 juta per bulan, kini dinaikkan menjadi Rp12 juta untuk individu lajang dan Rp14 juta bagi pasangan yang sudah menikah. Perubahan ini memberikan peluang lebih besar bagi lebih banyak keluarga untuk mengakses subsidi perumahan.

Dukungan finansial lainnya diberikan melalui subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta. Lebih lanjut, uang muka untuk pembelian rumah susun ini ditetapkan sangat rendah, hanya sebesar satu persen dari harga jual unit. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban finansial awal bagi calon pembeli.

Harga unit rumah susun di Manggarai sendiri berkisar antara Rp500 juta hingga Rp630 juta. Sebagai ilustrasi, untuk unit seharga Rp500 juta, uang muka yang diperlukan hanya sekitar Rp5 juta. Angsuran bulanan untuk unit tersebut diperkirakan sekitar Rp2,9 juta dengan tenor pinjaman yang sangat panjang, yaitu 30 tahun. Yang paling menarik, suku bunga yang ditawarkan adalah tetap sebesar enam persen selama 30 tahun. Hal ini memberikan kepastian finansial bagi pembeli, di mana besaran cicilan tidak akan berubah meskipun ada kenaikan gaji di masa depan.

Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di atas batas maksimal FLPP, atau bagi para pelaku usaha, BTN juga menyediakan pembiayaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Program KPP ini menawarkan tenor maksimal 20 tahun dengan suku bunga enam persen untuk lima tahun pertama, dan kemudian 9,9 persen untuk tahun-tahun berikutnya. Fleksibilitas penawaran ini menunjukkan komitmen BTN untuk memenuhi beragam kebutuhan perumahan masyarakat.

Baca Juga :  JNE Apresiasi UKM dalam JLC Race Award 2025

Also Read

Tinggalkan komentar