Sinergi Dukung Produktivitas Tebu Malang Lewat Bongkar Ratoon

Budi Santoso

Sinergi Dukung Produktivitas Tebu Malang Lewat Bongkar Ratoon

Sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, hingga gabungan kelompok tani (gapoktan), berhasil menggerakkan program bongkar ratoon tebu di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, berjalan lancar dan menunjukkan hasil positif. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, untuk mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional melalui peremajaan tanaman. Keberhasilan program ini terungkap dalam sebuah koordinasi dan musyawarah yang digelar di Balai Desa Putukrejo pada Senin (4/5/2026), yang melibatkan seluruh unsur strategis terkait.

Dalam berita acara hasil musyawarah tersebut, Gapoktan Tani Maju, bersama Poktan Rojo Koyo dan Poktan Taruna Bakti, telah melaksanakan Program Bongkar Ratoon sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis yang ditetapkan pemerintah. Distribusi bantuan yang meliputi bibit tebu dan dukungan dana Hari Orang Kerja (HOK) kepada para petani dilaporkan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini menunjukkan efektivitas manajemen dan pelaksanaan program di tingkat akar rumput.

Lebih dari sekadar pelaksanaan teknis, seluruh pihak yang terlibat menunjukkan peran aktif dalam menciptakan situasi yang kondusif untuk menjaga keberlanjutan program. Upaya ini diwujudkan melalui komunikasi yang intensif, baik melalui media sosial maupun pertemuan tatap muka langsung di tingkat kelompok tani. Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan manfaat program.

Baca Juga :  OPEC+ Naikkan Produksi Minyak di Tengah Ketidakpastian Global

Untuk memperkuat koordinasi dan menjaga semangat para petani, telah direncanakan agenda pertemuan lanjutan secara maraton di tingkat dusun. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk terus memantau perkembangan, mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul, dan mencari solusi secara kolektif.

Komitmen kuat terhadap keberlanjutan program juga dipertegas oleh seluruh kelompok tani dan gapoktan di Desa Putukrejo. Mereka secara bulat sepakat untuk mendukung penguatan Program Bongkar Ratoon pada tahun 2026. Dukungan ini akan diwujudkan melalui sosialisasi yang lebih masif, sehingga lebih banyak petani yang teredukasi dan termotivasi untuk berpartisipasi. Selain itu, pendekatan langsung kepada para petani akan terus dilakukan untuk memberikan pendampingan dan memastikan mereka mendapatkan informasi yang akurat serta dukungan yang memadai.

Keberhasilan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon di Desa Putukrejo, Kabupaten Malang, menjadi contoh nyata akan pentingnya kolaborasi yang solid antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertanian, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan petani dan penciptaan ekosistem yang mendukung.

Program Bongkar Ratoon yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2025 dan 2026 ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi tebu nasional. Dengan meremajakan tanaman tebu yang sudah tua, diharapkan kualitas dan kuantitas hasil panen akan meningkat secara signifikan. Dampak ekonomi yang lebih baik bagi para petani menjadi salah satu tujuan utama, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pencapaian target swasembada gula nasional. Melalui sinergi yang kuat, program ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Jepang Kurangi Impor Minyak Timur Tengah Akibat Konflik Hormuz

Also Read

Tinggalkan komentar