REI: Program 3 Juta Rumah Penggerak Ekonomi Nasional

Budi Santoso

REI: Program 3 Juta Rumah Penggerak Ekonomi Nasional

Real Estate Indonesia (REI) menilai program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto berpotensi besar menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Program ini diprediksi akan menciptakan efek berantai yang luas, melibatkan ratusan sektor industri dan menyerap jutaan tenaga kerja. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menjelaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terhubung langsung dengan setidaknya 185 industri turunan. Ketika pembangunan rumah dimulai, tidak hanya pengembang yang diuntungkan, tetapi juga industri pendukung seperti semen, baja, pasir, batu, genteng, keramik, cat, kayu, listrik, hingga sektor perbankan dan transportasi. Para pekerja bangunan, mulai dari tukang hingga tenaga ahli, juga akan merasakan manfaatnya.

Joko Suranto menekankan bahwa pembangunan rumah rakyat lebih dari sekadar program sosial, melainkan juga sebuah program pro-pertumbuhan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan memberikan stimulus bagi dunia usaha, terutama dalam menjawab tingginya kebutuhan hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih jauh, program ini memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam, karena menyentuh kebutuhan dasar manusia untuk memiliki tempat tinggal yang layak dan bermartabat. "Rumah itu bukan hanya bangunan, tetapi juga tempat keluarga berlindung, anak-anak tumbuh, nilai-nilai kehidupan ditanamkan," ujar Joko.

Pemerintah, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, telah mengarahkan program 3 juta rumah ini untuk mengatasi backlog perumahan, menyediakan hunian yang layak dan terjangkau, serta memperbaiki rumah tidak layak huni di berbagai wilayah, termasuk desa, kota, dan kawasan pesisir. Namun, agar program ini berjalan optimal, Joko Suranto menyoroti pentingnya dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah. Dukungan tersebut mencakup kepastian pembiayaan, penyederhanaan proses perizinan, ketersediaan lahan yang memadai, serta keberpihakan terhadap pembangunan rumah rakyat dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Prabowo Dinilai Anggap Enteng Dampak Desa

Selain itu, REI juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha lokal dalam setiap tahapan pembangunan perumahan. Melalui skema pembiayaan seperti Kredit Program Perumahan yang didorong pemerintah, diharapkan pembangunan rumah rakyat tidak hanya dinikmati oleh pemain besar, tetapi juga membuka peluang bagi pengusaha-pengusaha lokal untuk berkembang. "Ini penting karena pembangunan rumah rakyat tidak boleh hanya dinikmati pemain besar, tetapi juga harus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal," tegas Joko.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program pembangunan rumah rakyat ini. Sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan program berjalan efektif, memberikan dampak ekonomi yang luas, serta berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Program 3 juta rumah ini bukan sekadar membangun hunian, tetapi juga membangun ekonomi dan memperkuat sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar