Protes BBM Kenya Memanas: 4 Tewas, 30 Luka Akibat Kenaikan Harga

Budi Santoso

Protes BBM Kenya Memanas: 4 Tewas, 30 Luka Akibat Kenaikan Harga

Kenaikan harga bahan bakar yang meroket di Kenya telah memicu gelombang protes massal dan aksi mogok transportasi nasional di berbagai kota besar. Sayangnya, demonstrasi ini berujung ricuh, mengakibatkan empat orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka. Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, mengonfirmasi jumlah korban dalam konferensi pers yang dilansir Reuters. Aksi protes ini dipicu oleh keputusan keras Aliansi Sektor Transportasi Kenya yang menghentikan seluruh moda transportasi berafiliasi mulai Minggu tengah malam. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga bahan bakar eceran sebesar 23,5% oleh Otoritas Pengatur Energi dan Perminyakan Kenya. Kenaikan ini merupakan yang kedua kalinya dalam sebulan terakhir, setelah sebelumnya harga BBM naik 24,2%.

Pemicu utama kenaikan harga BBM, seperti di banyak negara lain, adalah konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak dan gas global. Kenya, yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan bahan bakarnya dari kawasan tersebut, terpaksa menyesuaikan harga. Dampak langsungnya terasa pada lonjakan tarif transportasi dan harga barang-barang kebutuhan pokok, semakin memberatkan rumah tangga yang sudah berjuang dengan biaya hidup tinggi. Pihak kepolisian Kenya menyatakan akan bertindak tegas terhadap gangguan yang terjadi, mengkhawatirkan kelumpuhan ekonomi dan terputusnya rantai pasok logistik di negara Afrika Timur tersebut.

Pada Senin pagi, jalan-jalan menuju ibu kota Nairobi dipenuhi oleh aksi mogok kerja para operator transportasi dan demonstran yang membakar ban, memblokir akses jalan utama dan menyebabkan kemacetan parah serta banyak pengguna jalan terlantar. Di Mombasa, kota pelabuhan utama, aksi mogok menimbulkan kekhawatiran penundaan rantai pasok, bahkan polisi terpaksa menggunakan gas air mata di beberapa area.

Baca Juga :  Prabowo: Sektor Energi ASEAN Hadapi Tekanan Jangka Panjang Akibat Konflik Timur Tengah

Untuk meredakan situasi yang memanas, Menteri Transportasi dan Energi mengadakan pertemuan dengan operator transportasi umum pada Senin malam. Meskipun ada tawaran dari pemerintah untuk menjembatani kesenjangan harga diesel dan minyak tanah guna mencegah kerugian, pertemuan tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Ketua asosiasi pemilik kendaraan angkutan umum, Albert Karakacha, menegaskan bahwa negosiasi belum mencapai kesepakatan dan mendesak presiden untuk turun tangan, karena aksi mogok akan terus berlanjut. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu kenaikan harga BBM terhadap kehidupan masyarakat dan stabilitas ekonomi di Kenya.

Also Read

Tinggalkan komentar