
Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi dari Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (15/5). Pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan investasi dan kemitraan antara Indonesia dengan perusahaan global terkemuka. Agenda utama pertemuan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Hisense, yang menjadi pijakan awal penjajakan kerja sama di bidang teknologi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (16/5/2026), menyatakan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif. Presiden Prabowo menyambut baik ketertarikan Hisense untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia. Dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalam negeri menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam upaya pemerintah untuk menarik investasi berkualitas. Selain itu, diharapkan dapat mendorong transfer teknologi mutakhir, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Indonesia, serta memperkuat daya saing bangsa di sektor industri strategis. Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen awal kedua belah pihak untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan memiliki orientasi jangka panjang.
Proses penandatanganan MoU dilakukan oleh perwakilan dari BPI Danantara, yaitu Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, dan CTO Danantara, Sigit Puji Santosa. Sementara itu, dari pihak Hisense, penandatanganan dilakukan oleh Chairman Hisense Group, Jia Shaoqian.
Acara penting ini juga turut disaksikan oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari Kabinet Merah Putih. Di antaranya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Kehadiran para menteri ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap potensi kerja sama yang terjalin.
Hisense, sebagai salah satu pemain utama dalam industri elektronik dan teknologi global, memiliki rekam jejak yang kuat dalam inovasi dan pengembangan produk. Kemitraan dengan perusahaan sebesar Hisense diharapkan dapat membuka peluang baru bagi Indonesia dalam mengadopsi teknologi canggih, meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, dan pada akhirnya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga berpotensi untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia di kancah internasional, seiring dengan penguatan rantai pasok dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor industri. Komitmen jangka panjang yang ditandatangani melalui MoU ini menjadi indikasi kuat bahwa kedua belah pihak serius dalam mewujudkan sinergi yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan Indonesia di era digital ini. Potensi kolaborasi di bidang riset dan pengembangan teknologi juga menjadi area yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut, guna menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan masa depan.











