
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan akses air bersih dan sanitasi sebagai kunci peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah berkembang. Di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Harita Nickel berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat membangun fasilitas pengolahan air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO) untuk warga Desa Kawasi. Direktur HSE Harita Nickel, Tonny Gultom, menyatakan fasilitas ini dirancang dengan teknologi berlapis, meliputi RO, filtrasi, dan ozonisasi, untuk memastikan kualitas air yang aman dan terjamin. Kapasitas penampungan mencapai 40 meter kubik per hari dengan debit distribusi 25 meter kubik per jam. Teknologi RO menjadi inti pemurnian, didukung filtrasi untuk menangkap partikel sisa, dan ozonisasi sebagai tahap akhir untuk membunuh mikroorganisme. Kombinasi ini menjamin keamanan air dari sisi mikrobiologis dan kimiawi, serta konsistensi kualitasnya secara berkelanjutan.
Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan air masyarakat dalam jangka panjang, menjadi solusi penyediaan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Selain pembangunan fasilitas, Harita Nickel juga mendukung perlindungan sumber mata air melalui pengembangan area konservasi. Target operasi fasilitas ini adalah pertengahan 2026. Tonny menambahkan bahwa perlindungan sumber mata air melalui area konservasi sangat penting agar kualitas dan ketersediaan air tetap terpelihara. Harapannya, fasilitas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saat ini, tetapi juga mendukung keberlanjutan akses air bersih di masa depan.
Ketua BPD Kawasi, Reinhard Siar, menyambut baik pembangunan fasilitas RO ini, berharap dapat memperkuat akses air bersih jangka panjang bagi masyarakat dan menjaga kelestarian sumber mata air yang telah lama digunakan. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas ini bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kebutuhan air bersih di kawasan yang terus bertumbuh dianggap sebagai bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah, dengan penguatan infrastruktur dasar seperti fasilitas pengolahan air sebagai upaya memastikan masyarakat memperoleh akses layanan dasar yang memadai.
Upaya penyediaan air bersih di Kawasi sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, perlindungan sumber daya alam, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan terhadap fasilitas air bersih dan konservasi sumber mata air, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga di sekitar wilayah operasional. Harita Nickel mendorong pengelolaan sumber air yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga kualitas dan ketersediaannya dalam jangka panjang. Pendekatan kolaboratif ini membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar sumber air, sebagai bagian dari pengelolaan air berkelanjutan yang menyeimbangkan aktivitas pembangunan dengan perlindungan lingkungan. Seiring perkembangan kawasan Pulau Obi, penguatan sistem air bersih perlu diiringi perlindungan sumber air sebagai penopang kebutuhan masyarakat.











