PGN Gagas Sambut Kajian CNG untuk Bauran Energi Nasional

Budi Santoso

PGN Gagas Sambut Kajian CNG untuk Bauran Energi Nasional

PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyambut positif inisiatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai komponen bauran energi nasional. Langkah ini dipandang sebagai momentum krusial untuk memperluas opsi pemanfaatan energi gas bumi domestik secara terukur dan berkelanjutan. Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menekankan bahwa pengembangan CNG sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkaya pilihan energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. "Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan," ujar Santiaji. "Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah."

Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah secara konsisten menyediakan solusi energi CNG untuk berbagai segmen, mulai dari industri, komersial, UMKM, hingga sektor transportasi. Hingga tahun 2025, PGN Gagas telah berhasil menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan Liquefied Natural Gas (LNG) ke berbagai sektor tersebut. Infrastruktur PGN Gagas juga terus berkembang, dengan saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di 7 provinsi. Layanan Gasku di SPBG ini rata-rata melayani pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari. Sementara itu, layanan Gaslink yang ditujukan untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah berhasil menjangkau lebih dari 600 pelanggan, dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang tahun 2025.

Baca Juga :  DSI Resmi Jadi BUMN, Kelola Ekspor SDA Strategis

Dengan didukung oleh fasilitas kompresi gas yang memadai, armada Gas Transport Module (GTM) yang efisien, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya, PGN Gagas memiliki fondasi operasional yang kuat untuk mendukung pengembangan pemanfaatan CNG secara bertahap. Pengembangan ini akan senantiasa diselaraskan dengan arahan kebijakan pemerintah, dengan mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil pasar. Pasokan gas bumi yang menjadi bahan baku utama CNG terintegrasi langsung dengan jaringan infrastruktur PGN, sehingga memastikan pemanfaatan sumber daya energi domestik dapat dilakukan secara optimal.

PGN Gagas menegaskan posisinya sebagai bagian integral dari ekosistem energi nasional yang saling melengkapi, bukan bersaing. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN Gagas berkomitmen untuk tumbuh bersama dengan berbagai jenis energi lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik spesifik dari masing-masing segmen pengguna. "Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional," tambah Santiaji. PGN Gagas juga menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi secara aktif dengan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam proses kajian dan pengembangan kebijakan di masa mendatang. Kolaborasi ini mencakup aspek teknis, distribusi, hingga edukasi publik terkait pemanfaatan CNG. "Kami siap berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan yang ditetapkan, dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional," tutup Santiaji.

Baca Juga :  Mexico City Genjot Infrastruktur Sambut Piala Dunia 2026

Also Read

Tinggalkan komentar