Pertamina & SCUP Gelar Forum Kebijakan Energi Nasional

Budi Santoso

Pertamina & SCUP Gelar Forum Kebijakan Energi Nasional

PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menyelenggarakan Sokoguru Policy Forum di Grha Pertamina, Jakarta. Forum ini menjadi wadah dialog strategis lintas sektor untuk memperkuat arah kebijakan energi nasional dan mendukung agenda transisi energi berkelanjutan Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Senior Fellow SCUP, menghadirkan akademisi, regulator, praktisi, dan pengamat energi untuk memberikan rekomendasi kebijakan strategis.

Mengusung tema ‘Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional melalui Transformasi Strategis Pertamina’, forum ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjawab tantangan energi masa depan. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dadan Kusdiana, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional harus dicapai melalui swasembada energi dan hilirisasi, meliputi peningkatan penyediaan, perluasan akses, percepatan transisi, dan hilirisasi energi. Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi dan petrokimia, energi baru terbarukan, serta dekarbonisasi.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menyampaikan bahwa nama Sokoguru Policy Forum terinspirasi dari pesan Presiden Prabowo yang menyebut Pertamina sebagai "Sokoguru" atau tumpuan bangsa dalam menjaga ketahanan energi dan ekonomi nasional. Oki menekankan bahwa setiap pengembangan proyek dan kebijakan strategis Pertamina harus berlandaskan data akurat, fakta lapangan, dan ilmu pengetahuan (prinsip evidence-based policy). Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, menambahkan bahwa mewujudkan ketahanan energi adalah perjalanan panjang yang ditempa oleh kemampuan bangsa untuk terus belajar dari dinamika global, distrupsi teknologi, dan kompleksitas geopolitik. Hal ini menjadi fokus utama Pertamina melalui Dual Growth Strategy sesuai RJPP.

Baca Juga :  Perpres Ojol: Komisi Maksimal 8%, Pengemudi Sambut Gembira, Khawatir Kepatuhan

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai transisi energi Indonesia melalui optimalisasi sektor hulu migas, pengembangan energi rendah emisi, dan percepatan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Ia juga menekankan penguatan kolaborasi dengan stakeholder, asosiasi, policy makers, think tank, dan pelaku industri dalam mendorong kebijakan energi yang inklusif dan berkelanjutan. Forum ini menegaskan pentingnya dialog strategis dan knowledge sharing kolaboratif sebagai fondasi pembentukan kebijakan yang mampu menopang kebutuhan energi nasional.

Diskusi panel menghadirkan pakar seperti Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Senior Fellow SCUP Retno Gumilang Dewi, Pengamat Hulu Migas Benny Lubiantara, dan Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro. Mereka membahas isu strategis mulai dari penguatan hulu migas, optimalisasi produksi, pengembangan gas sebagai energi transisi, percepatan hilirisasi, hingga pengembangan biofuel dan biorefinery.

Hendra Gunawan menekankan penguatan regulasi subsektor migas yang adaptif. Benny Lubiantara menyoroti tantangan penurunan produksi migas dan perlunya reformasi fiskal serta inovasi teknologi seperti eksplorasi dan enhanced oil recovery. Retno Gumilang Dewi menegaskan urgensi pengembangan bio-based fuel dan biorefinery untuk kemandirian energi dan nilai tambah ekonomi domestik. Komaidi Notonegoro menyoroti pentingnya pemodelan ekonomi energi nasional, strategi distribusi energi yang merata dan efisien, serta peran krusial Pertamina dalam menjaga keandalan distribusi energi.

Baca Juga :  Bisnis Burung Kicau Capai Rp2 Triliun Per Tahun

Melalui forum ini, Pertamina menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan energi nasional dan percepatan transisi energi berkelanjutan. Penyerahan simbolis policy paper hasil kajian akademis SCUP kepada Kementerian ESDM menjadi penutup kegiatan, yang dapat diunduh di tautan yang disediakan.

Also Read

Tinggalkan komentar