Pertamina Jajaki Kolaborasi Hulu Migas dengan Apache di Houston

Budi Santoso

Pertamina Jajaki Kolaborasi Hulu Migas dengan Apache di Houston

PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki peluang strategis bersama Apache Corporation di Houston, Amerika Serikat, untuk memperkuat operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan reservoir migas konvensional dan non-konvensional, yang diharapkan dapat mendongkrak produksi minyak nasional secara signifikan. Pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Senior Vice President U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation, Scott Grandt, membahas berbagai potensi kerja sama.

Salah satu agenda krusial dalam diskusi tersebut adalah pengembangan aset hulu migas di Indonesia. Pertamina dan Apache mengeksplorasi potensi kolaborasi internasional, serta penjajakan minat investasi dan peluang eksplorasi Apache di tanah air. Topik menarik yang diangkat adalah bagaimana mengembangkan reservoir migas berkualitas rendah melalui penerapan teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Teknologi ini dinilai mampu mengoptimalkan produksi lapangan migas nasional, terutama yang memiliki karakteristik reservoir kompleks.

Lebih lanjut, kedua perusahaan turut mendalami potensi pengembangan reservoir non-konvensional. Prospek yang ditawarkan sangat menarik, mengingat dinamika keekonomian energi global dan perkembangan rantai pasok yang terus berubah. Pertamina menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pengembangan migas non-konvensional yang kompetitif. Hal ini memerlukan dukungan skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan rantai pasok, serta kemitraan strategis dengan perusahaan global yang memiliki rekam jejak teknis dan operasional mumpuni.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan Hebat, Dolar AS & Singapura Tembus Rekor Tertinggi

Dalam keterangan resmi yang diterima, Pertamina juga membuka pintu kemitraan pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, serta menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional. Strategi merger and acquisition (M&A) juga menjadi bagian dari pembahasan, dengan tujuan memperkuat portofolio Pertamina dan mendukung pertumbuhan bisnis hulu migas di kancah global.

Saat ini, Pertamina telah memiliki portofolio internasional yang terus berkembang, dengan operasi luar negeri yang menghasilkan sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD). Selain itu, Pertamina aktif berpartisipasi dalam sejumlah proyek strategis global dan domestik. Contohnya adalah rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai bersama Eni S.p.A., serta pengembangan Lapangan Abadi Masela bersama INPEX Corporation dan Petronas.

Apache Corporation, di sisi lain, menyampaikan bahwa strategi internasional mereka saat ini berfokus pada pertumbuhan aset yang mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan melalui pendekatan organik. Apache memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan aset migas konvensional di darat, seperti di Mesir, serta pengembangan operasi di kawasan Permian Basin, Amerika Serikat.

Pertamina sendiri telah memulai langkah konkret dengan melakukan pengeboran menggunakan pendekatan Multi-Stage Fracturing. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia. Perusahaan juga tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pengeboran sumur appraisal horizontal untuk migas non-konvensional.

Penjajakan kerja sama dengan Apache ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Asta Cita pemerintah. Khususnya, upaya ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan teknologi, serta perluasan kemitraan strategis global. Semua langkah ini diambil demi memastikan keberlanjutan pasokan energi Indonesia di masa depan.

Baca Juga :  Menkeu Bantah Kas Negara Sisa Rp120 Triliun, Kondisi APBN Masih Aman

Also Read

Tinggalkan komentar