Penggeledahan BGN dan Perombakan Pimpinan, Momentum Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis

Budi Santoso

Penggeledahan BGN dan Perombakan Pimpinan, Momentum Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) digeledah Kejaksaan Agung, menyusul dicopotnya Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memberi kesempatan penegak hukum bekerja dan terus berupaya memperbaiki tata kelola lembaga negara, termasuk BGN yang menjadi pengelola utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prasetyo menekankan pentingnya menghindari pelanggaran hukum dalam menjalankan pemerintahan. Penggeledahan yang dilakukan penyidik Tindak Pidana Khusus Kejagung ini masih berlangsung, dan belum ada keterangan resmi mengenai kasus yang mendasarinya. Penggeledahan ini dibenarkan oleh Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochammad Jeffry.

Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Selain itu, dua Wakil Kepala BGN lama, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga digantikan oleh Agustina Arumsari dan Trenggono. Perombakan kepemimpinan ini disambut baik oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang melihatnya sebagai momentum krusial untuk membenahi dan mempercepat program MBG agar lebih tepat sasaran, profesional, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Zulhas, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG, meyakini bahwa komposisi pimpinan BGN yang baru memiliki kapasitas, pengalaman birokrasi, dan kemampuan koordinasi yang mumpuni. Ia mengenal baik ketiga pimpinan baru tersebut dan menilai mereka sebagai figur yang tepat untuk memperkuat pelaksanaan MBG, mengingat pengalaman mereka dalam mengelola program pemerintah, kemampuan bekerja lintas kementerian/lembaga, serta pemahaman mendalam terhadap tantangan implementasi di lapangan.

Baca Juga :  Harga Perabot Rumah Tangga di Jatinegara Naik Tajam

Saat ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan memimpin upaya sinkronisasi, evaluasi, dan pengendalian lintas sektor program MBG yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga. Hal ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 mengenai tata kelola program MBG. Hingga 2 Juni 2026, program MBG telah berhasil menjangkau 63.133.649 penerima manfaat melalui 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Zulhas menambahkan bahwa perubahan kepemimpinan di BGN merupakan bukti nyata bahwa Presiden Prabowo Subianto peka dan responsif terhadap berbagai kritik, protes, serta masukan dari publik. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi perbaikan program dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Peristiwa ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan menyeluruh pada BGN dan program MBG.

Also Read

Tinggalkan komentar