
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta bank-bank BUMN untuk menyediakan kredit bagi masyarakat dengan bunga maksimal 5%. Inisiatif ini, yang disampaikan Presiden dalam peringatan Hari Buruh Internasional, dinilai oleh OJK sebagai langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian nasional. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyatakan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan unbankable, tetapi juga dapat menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan bagi perbankan.
Menurut Dian, program "Kredit Rakyat" yang diinisiasi oleh Pemerintah ini memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. "Program Kredit Rakyat yang diinisiasi Pemerintah dinilai sangat baik, dapat dimanfaatkan oleh bank sebagai kesempatan bisnis yang berkelanjutan sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dan unbankable dapat merasakan manfaatnya secara berkesinambungan," jelasnya dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) April.
Namun, OJK juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko oleh bank dalam pelaksanaan program ini. Hal ini krusial agar program dapat berjalan secara berkelanjutan, sesuai dengan risk appetite dan keahlian masing-masing bank. Untuk mengantisipasi potensi risiko kredit, OJK akan mendorong penguatan pengawasan dan pelaksanaan stress test secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan ketahanan permodalan dan kualitas aset bank tetap terjaga dalam berbagai skenario ekonomi.
Selain itu, bank juga diimbau untuk melakukan pencadangan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit. Bank juga diharapkan tetap menerapkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy) dalam proses penyaluran kredit untuk menjaga kualitas pembiayaan. OJK berjanji akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan Program Kredit Rakyat tepat sasaran, termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengkritik tingginya bunga kredit yang dibebankan bank kepada masyarakat. Beliau menyoroti bahwa bunga pinjaman bank bisa mencapai 70% per tahun bagi masyarakat kecil. "Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjem uang bunganya bisa 70% setahun," ujar Prabowo saat berpidato di acara Hari Buruh Internasional di Monas. Oleh karena itu, Presiden meminta agar bunga pinjaman tidak melebihi 5% dan telah menyampaikan arahan ini kepada bank-bank milik negara. "Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%," tegasnya.











