Moody’s Beri Peringkat Baa2, Prospek Negatif untuk Danantara

Budi Santoso

Moody's Beri Peringkat Baa2, Prospek Negatif untuk Danantara

Moody’s Ratings memberikan peringkat emiten Baa2 untuk pertama kalinya kepada PT Danantara Investment Management (DIM), sebuah pencapaian signifikan bagi perusahaan yang masih tergolong baru. Namun, peringkat ini disertai dengan outlook negatif, yang mencerminkan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia. Keputusan ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara kesehatan finansial DIM dan kondisi ekonomi negara. Moody’s menetapkan peringkat sementara Baa2 untuk program surat utang jangka menengah (medium-term notes/MTN) global senior tanpa jaminan yang diterbitkan DIM, serta peringkat Baa2 untuk rencana penerbitan surat utang senior tanpa jaminan di masa mendatang. Seluruh prospek peringkat ini ditetapkan negatif.

Rachel Chua, Vice President dan Senior Analyst Moody’s Ratings, menjelaskan bahwa penyelarasan peringkat emiten Baa2 Danantara Investment Management dengan prospek negatifnya dengan peringkat kedaulatan (sovereign rating) pemerintah Indonesia (Baa2 negatif) didasarkan pada beberapa faktor krusial. Hubungan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah menjadi fondasi utama. Hal ini tercermin dalam struktur kepemilikan DIM yang berada di dalam kerangka institusional yang lebih luas, serta ekspektasi Moody’s akan adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah.

Lebih lanjut, Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) dan menerapkan pendekatan top-down. Pendekatan ini berarti peringkat DIM sangat dipengaruhi oleh kekuatan kredit pemerintah yang menaunginya. Moody’s tidak memberikan Baseline Credit Assessment (BCA) untuk DIM, yang merupakan penilaian kekuatan kredit mandiri perusahaan. Hal ini dikarenakan DIM masih berada pada tahap perkembangan awal, memiliki rekam jejak yang terbatas, dan belum menjalankan operasi secara mandiri dalam skala yang signifikan. Oleh karena itu, peringkat yang diberikan oleh Moody’s lebih didorong oleh keterkaitan dengan peringkat kedaulatan (sovereign linkage) dibandingkan dengan kekuatan kredit internal perusahaan.

Baca Juga :  Naeka: Dari Kegagalan Menuju Pasar Global, Berkah Pandemi

Moody’s juga menyoroti tingkat pengawasan pemerintah yang tinggi terhadap DIM dan integrasi tata kelola yang kuat. Hal ini menciptakan kemungkinan yang sangat tinggi akan adanya dukungan luar biasa dan tepat waktu dari pemerintah jika dibutuhkan. Integrasi tata kelola ini diperkuat dengan adanya tumpang tindih dalam manajemen senior dan perwakilan dewan antara BPI Danantara, entitas yang lebih besar, dan DIM. Tumpang tindih ini memastikan penyelarasan strategi dan eksekusi investasi yang efektif, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas dan potensi pertumbuhan DIM di bawah payung pemerintah.

Also Read

Tinggalkan komentar