
Eka Budi Utami (39) memimpin perjalanan inspiratif brand modest fashion muslim Naeka, berawal dari kegagalan usaha pakaian bayi hingga merajai pasar global. Prinsip utama Eka adalah niatkan segala usaha untuk ibadah, sebuah pandangan yang membawanya meraih kesuksesan. Dukungan dari Rumah BUMN BRI Jakarta melalui pelatihan dan akses pameran menjadi katalisator utama perkembangan Naeka.
Berawal dari kegagalan di usaha pakaian bayi dan anak yang mandek meskipun telah mengeluarkan modal besar untuk legalitas usaha, Eka bersama adik iparnya, Rina, beralih ke jualan jilbab daring dengan nama Naeka, gabungan nama mereka. Respons pasar yang positif terhadap produk maklon jilbab di tengah pandemi COVID-19 menjadi titik awal kesuksesan.

Memasuki Ramadan 2020, Naeka meluncurkan mukena pertama berbahan katun silk dengan motif cetak. Tanpa toko fisik dan modal awal hanya Rp 2 juta, mukena Naeka laris manis saat Lebaran, meraup omzet Rp 45 juta di April 2020. Eka terkejut dan bersyukur atas antusiasme pembeli. Pandemi justru membawa berkah, meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnisnya secara signifikan.
Naeka memperkuat identitasnya dengan mukena motif cetak berbahan silk berkarakteristik corak bunga pastel, menyasar segmen premium dengan harga Rp 255 ribu hingga Rp 685 ribu. Untuk menjaga kualitas, Eka membangun konveksi sendiri bernama Taka Konveksi pada 2021, melibatkan tenaga kerja lokal. Langkah ini krusial untuk kemudahan operasional dan keberlanjutan bisnis, memastikan kualitas bersaing di tengah banyaknya kompetitor harga murah.
Bergabung dengan Rumah BUMN BRI awal 2022, Naeka mendapatkan pelatihan intensif yang memungkinkan delegasi timnya sesuai topik. Pelatihan ini sangat membantu, terbukti dari kesiapan produk dan struktur tim Naeka yang lebih matang untuk ekspansi.

Keikutsertaan dalam pameran bersama BRI di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memberikan manfaat besar, meningkatkan pengenalan merek dan penjualan. Eka mengaku pameran tersebut membantunya melihat pasar produknya lebih luas dan menemukan target pasar spesifik. Menariknya, produk Naeka dibeli tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Melalui business matching dengan buyer internasional bersama BRI, Naeka berhasil memikat calon buyer dari Senegal, Madam Duma, seorang selebgram berpengaruh. Meskipun tantangan adaptasi produk di iklim Senegal mengharuskan penyesuaian material kain menjadi katun rayon, kerjasama ini membuka peluang pasar di benua Afrika.
Kini, Naeka melayani pembeli dari berbagai negara seperti Kanada, Singapura, dan Malaysia. Pengiriman satuan ke Kanada dengan ongkos kirim fantastis, pembelian rutin dalam jumlah besar dari Singapura, serta ketertarikan warga lokal Malaysia saat syuting konten di Penang menjadi bukti jangkauan global Naeka.

Di musim haji, Naeka juga mendapat pesanan dari agen travel haji dan umrah, memproduksi berbagai kebutuhan seperti sajadah dan khimar. Melalui sistem maklon, Naeka memproduksi barang di luar katalog retailnya, seperti khimar custom untuk mitra.
Di balik kesuksesan ini, prinsip utama Naeka adalah niatkan segala usaha untuk ibadah. Bisnis ini bukan hanya tentang keuntungan materi, tetapi juga menjadi bekal akhirat. Program Trade-In setiap Lebaran memungkinkan konsumen mendapatkan produk baru dengan menukar mukena lama, yang kemudian disumbangkan kepada yang membutuhkan. Sebagian keuntungan penjualan juga disumbangkan untuk pembangunan fasilitas ibadah dan bantuan sosial.
Koordinator Rumah BUMN BRI, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah pembinaan gratis bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Program mereka mencakup pelatihan, pengurusan legalitas, hingga pemetaan aspek terunggul dan terendah usaha untuk fokus pengembangan. Hingga 2026, Rumah BUMN BRI telah menaungi sekitar 11.000 UMKM, dengan fokus utama mengoptimalkan proses digitalisasi untuk siap bersaing di pasar global.











