Modal Rp 50 Juta Ubah Nasib Warung Madura Jadi Jutaan Rupiah

Budi Santoso

Modal Rp 50 Juta Ubah Nasib Warung Madura Jadi Jutaan Rupiah

Sutarna, seorang mantan sopir angkot, kini menjalani hari-harinya melayani pembeli di warung Madura miliknya di Gang Nurul Huda II, Palmerah Barat, Jakarta Barat. Perubahan nasib keluarganya tak lepas dari peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp 50 juta yang ia ajukan pada tahun 2021, di masa sulit pandemi COVID-19. Sebelumnya, Sutarna merasakan betapa sulitnya bertahan hidup dengan profesi sopir angkot. Ia pun mencari cara untuk mengubah nasibnya, hingga akhirnya mendapat informasi tentang KUR BRI dari seorang teman sesama sopir angkot.

Dengan bermodalkan surat-surat kendaraan dan sertifikat rumah, Sutarna dibantu temannya untuk mengajukan KUR BRI di Kebayoran. Dana pinjaman tersebut langsung ia gunakan untuk membuka warung Madura di depan rumahnya. "Cairlah 50 (juta) tuh langsung saya buat usaha ini," ujar Sutarna. Kini, cicilan Rp 50 juta tersebut telah lunas. Tak berhenti di situ, Sutarna kembali mengajukan pinjaman atas nama istrinya, Suharni, di BRI Palmerah. "Menolong banget ini BRI," ucap Sutarna.

Rp 50 Juta yang Mengubah Peruntungan Pemilik Warung Madura di Palmerah

Suharni menambahkan, warung Madura yang mereka kelola kini jauh berkembang pesat berkat modal dari BRI. Awalnya, barang dagangan yang dijual sangat terbatas, namun kini semakin lengkap. Hal ini membuat Sutarna tak lagi menarik angkot dan fokus pada usahanya. "Alhamdulillah. Berkat BRI, menolong banget pas COVID," kata Suharni sambil menunjukkan bukti pengajuan KUR BRI. Tercatat, Sutarna dan istrinya telah tiga kali mengambil pinjaman di BRI.

Baca Juga :  Bangun Ekosistem Penjualan Tanpa Batas dengan Affiliate System

Meskipun di lingkungan yang sama terdapat warung Madura lain, usaha Sutarna tetap laris manis. Suharni mengungkapkan rasa syukurnya atas rezeki yang diberikan Tuhan. Ia percaya, kunci kesuksesan adalah menjalani usaha dengan baik dan bersikap ramah kepada pelanggan. Melalui usaha warung Madura ini, Sutarna dan Suharni mampu meraih omzet harian antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Puncaknya, pernah suatu hari omzet mereka mencapai Rp 12 juta saat industri konveksi sedang ramai. "Alhamdulillah, lah. Intinya, kita yang penting bersyukur aja gitu. Dikasih rezeki begini, alhamdulillah," tutur Suharni.

BRI melalui program KUR berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Bank ini terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata. Sepanjang tahun 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran dialokasikan ke sektor produksi. BRI menegaskan bahwa penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, dengan optimisme dapat terus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dirut BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga :  AS & China Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Also Read

Tinggalkan komentar