MIND ID Dorong Hilirisasi Tembaga-Emas untuk Kemandirian Industri Nasional

Budi Santoso

MIND ID Dorong Hilirisasi Tembaga-Emas untuk Kemandirian Industri Nasional

Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) mengambil langkah strategis dengan mendorong hilirisasi terintegrasi produk tembaga dan emas. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian industri nasional dengan memfokuskan pada penguatan rantai pasok dalam negeri dan peningkatan nilai tambah mineral yang krusial bagi sektor manufaktur. Pengembangan proyek hilirisasi terpadu ini dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, Jawa Timur. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri modern yang dilengkapi dengan konektivitas multimoda dan ekosistem logistik terpadu, memastikan kelancaran proses dari hulu hingga hilir dalam pengolahan tembaga dan emas.

Sebagai implementasi awal, PT Freeport Indonesia berperan penting dengan memasok katoda tembaga. Bahan baku ini kemudian diolah lebih lanjut bersama PT Pindad (Persero) menjadi produk brass mill dan brass cup. Kapasitas produksi awal ditetapkan sebesar 10.000 ton per tahun. Sinergi antara MIND ID, Freeport Indonesia, dan PT Pindad ini secara spesifik diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri pertahanan nasional, terutama dalam penyediaan komponen vital untuk amunisi. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri dalam sektor strategis.

Lebih lanjut, penguatan hilirisasi tembaga tidak berhenti di situ. Rencana ambisius mencakup pembangunan fasilitas produksi batang tembaga dengan kapasitas 300.000 ton per tahun dan pipa tembaga sebesar 100.000 ton per tahun. Pembangunan fasilitas kawat tembaga dengan kapasitas serupa juga menjadi bagian dari rencana besar ini. Langkah-langkah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan lanjutan dari sektor manufaktur domestik yang terus berkembang, sekaligus secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap impor produk tembaga olahan.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tipis, BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,25%

Sementara itu, di sektor emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan mengimplementasikan pembangunan fasilitas produksi logam mulia. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton per tahun, setara dengan sekitar 5 juta keping produk emas. Keunikan dari produksi emas ini adalah pemanfaatan lumpur anoda yang merupakan hasil samping dari proses pemurnian tembaga. Dengan demikian, tercipta sebuah integrasi proses yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif hilirisasi ini, menekankan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat dalam memperebutkan sumber daya alam. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan dan pengolahan sumber daya alam secara mandiri di dalam negeri sebagai fondasi utama bagi kemandirian ekonomi bangsa. "Kita harus berani dan mampu menguasai kekayaan sumber daya alam. Ini adalah bentuk keberanian bangsa untuk menguasai dan mengolah di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur," ujar Presiden saat memberikan sambutan pada acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026).

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menjelaskan bahwa pengembangan hilirisasi ini merupakan bagian integral dari mandat yang diberikan oleh pemerintah dan sepenuhnya selaras dengan agenda industrialisasi nasional. Proyek-proyek ini dirancang sebagai bagian dari program hilirisasi skala besar yang bertujuan untuk memperkuat struktur industri strategis nasional secara menyeluruh. "Langkah strategis ini merupakan bagian dari rangkaian besar Proyek Hilirisasi Danantara, sebuah program yang tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi memperkuat fondasi industri strategis nasional secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, dari bahan baku hingga produk akhir yang dibutuhkan bangsa," jelas Tedy. Dengan integrasi ini, Indonesia diharapkan dapat membangun rantai pasok tembaga dan emas yang jauh lebih kokoh dan andal. Penguatan sektor manufaktur melalui hilirisasi ini diproyeksikan akan memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan mempercepat terwujudnya cita-cita kemandirian industri nasional.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Kritik Orang Pintar Jadi Maling

Also Read

Tinggalkan komentar