
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan mendatang. Keyakinan ini didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi nasional yang dinilainya terus menguat. Purbaya memprediksi pergerakan IHSG berpotensi melesat, meninggalkan level 5.900 yang sempat ditembusinya. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026), sembari menekankan bahwa pelaku pasar tidak perlu mengkhawatirkan kondisi pasar saham saat ini. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Purbaya menegaskan bahwa penguatan IHSG hanya tinggal menunggu waktu. Ia menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan tetap berada dalam kondisi yang baik, yang menjadi modal utama untuk pemulihan indeks saham. "Jadi tinggal tunggu waktu saja sampai, enggak lama kalau enggak salah, sampai harga IHSG akan rebound lagi," ujarnya penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan harga saham pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: fundamental masing-masing perusahaan dan kondisi ekonomi makro secara keseluruhan. Ia berargumen bahwa ketika perekonomian suatu negara membaik, profitabilitas perusahaan secara alami akan ikut meningkat. Peningkatan profitabilitas ini, pada gilirannya, akan mendorong harga saham untuk turut menguat. "Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli saja pasti untungnya," jelasnya.
Pandangan optimistis ini selaras dengan penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat, didorong oleh penguatan saham-saham di sektor energi dan basic materials (barang baku). IHSG tercatat menguat sebesar 67,11 poin atau 1,10 persen, mengakhiri perdagangan di level 6.162,05. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 4,04 poin atau 0,66 persen, mencapai posisi 620,44.
Penguatan IHSG pada hari itu terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami pelemahan dan menyentuh level 5.966,86. Hampir seluruh sektor di pasar saham ditutup berada di zona hijau, menandakan sentimen positif yang meluas di kalangan investor. Data ini semakin memperkuat argumen Purbaya bahwa fondasi ekonomi Indonesia mampu menopang penguatan pasar saham. (Sumber: Antara)











