
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengumumkan hasil positif dari pertemuannya dengan Perdana Menteri Vietnam, Le Minh Hung, di Cebu, Filipina, yang berujung pada kesepakatan strategis untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor krusial. Kolaborasi yang disepakati mencakup bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), menunjukkan komitmen kedua negara untuk merangkul inovasi dan kemajuan di era digital. Lebih lanjut, Malaysia dan Vietnam sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga ketahanan pangan, mendorong pengembangan energi terbarukan, serta membangun tata kelola keuangan yang lebih berkelanjutan dan progresif. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya memperdalam kemitraan strategis komprehensif yang telah terjalin antara kedua negara.
Dalam unggahan di Facebook yang dilansir dari Bernama pada Sabtu (9/5/2026), Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan kegembiraannya atas penandatanganan berbagai inisiatif strategis, termasuk nota kesepahaman (MoU) di bidang ekonomi digital. Selain itu, implementasi proyek energi lintas batas juga menjadi sorotan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Anwar menekankan bahwa Malaysia dan Vietnam akan terus memperkuat hubungan persahabatan mereka, yang kini didorong oleh kemitraan strategis komprehensif. Beliau juga menegaskan pentingnya ASEAN untuk terus bergerak maju sebagai platform kerja sama yang kokoh, dibangun di atas fondasi kepercayaan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama.
Di tengah lanskap global yang semakin menantang, Anwar Ibrahim menyoroti bahwa kekuatan ASEAN sangat bergantung pada kemauan para anggotanya untuk memperkuat jaringan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kesejahteraan kolektif. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan partisipasi Anwar dalam memimpin delegasi Malaysia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 dan pertemuan terkait yang diselenggarakan di Cebu pada tanggal 7-8 Mei. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas isu-isu regional dan global, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan masa depan.
Perluasan kerja sama di bidang ekonomi digital dan AI mencerminkan kesadaran kedua negara akan pentingnya adaptasi terhadap transformasi digital yang sedang berlangsung. Investasi dalam teknologi ini diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing, dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Di sisi lain, komitmen terhadap energi terbarukan menunjukkan visi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan dan upaya mitigasi perubahan iklim. Dengan memperkuat ketahanan pangan, kedua negara juga berupaya memastikan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakatnya, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global. Tata kelola keuangan yang lebih progresif dan berkelanjutan akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih stabil dan menarik bagi investasi.
Secara keseluruhan, kesepakatan antara Malaysia dan Vietnam ini merupakan tonggak penting dalam mempererat hubungan bilateral dan memperkuat posisi ASEAN di kancah global. Dengan fokus pada inovasi, keberlanjutan, dan kerja sama yang solid, kedua negara menunjukkan komitmen mereka untuk berkontribusi pada kemajuan kawasan dan menciptakan masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh anggotanya. (ily/hns)











