Maersk: Kapal Berbendera AS Lewati Hormuz, AS Jamin Keamanan

Budi Santoso

Maersk: Kapal Berbendera AS Lewati Hormuz, AS Jamin Keamanan

Perusahaan pelayaran dan logistik ternama Denmark, Maersk, mengonfirmasi keberhasilan salah satu kapal komersialnya, Alliance Fairfax, melintasi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer Amerika Serikat (AS). Kepastian ini menegaskan janji Presiden AS Donald Trump untuk memberikan jaminan keamanan bagi kapal-kapal komersial yang beroperasi di wilayah krusial tersebut. Alliance Fairfax, sebuah kapal berbendera AS yang dioperasikan oleh Farrell Lines, anak usaha Maersk Line, dilaporkan telah berhasil keluar dari Teluk Persia tanpa insiden pada Senin (4/5), dengan seluruh kru dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Menurut keterangan resmi Maersk, kapal tersebut telah terhenti di laut sejak konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu. Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk Persia, sebuah jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia. Keberhasilan pelintasan ini menjadi bukti nyata upaya AS dalam menjamin kelancaran lalu lintas maritim komersial, sebuah komitmen yang disampaikan oleh Washington.

Komando Pusat AS turut mengonfirmasi bahwa dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil menavigasi Selat Hormuz. Lebih lanjut, AS telah menempatkan kapal perusak rudal berpemandu dari Angkatan Lautnya di sekitar wilayah selat tersebut untuk memperkuat upaya pengamanan. Langkah ini diambil mengingat situasi keamanan yang rapuh, di mana gencatan senjata antara AS dan Iran dapat sewaktu-waktu terancam. Insiden pada Selasa (5/5) kemarin, ketika drone dan rudal Iran dilaporkan menghantam Uni Emirat Arab, sementara AS mengklaim telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di selat tersebut, semakin menunjukkan potensi eskalasi konflik.

Baca Juga :  RUU P2SK Disetujui DPR, Siap Dibawa ke Paripurna Pengesahan

Menanggapi situasi ini, Presiden Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, menyatakan bahwa Iran akan ‘lenyap dari muka bumi’ jika mereka berani menargetkan kapal-kapal AS yang bertugas melindungi lalu lintas komersial melalui selat tersebut. Pernyataan Trump ini menggarisbawahi keseriusan AS dalam menjaga stabilitas kawasan dan kelancaran perdagangan global.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di media sosial, menyampaikan pandangannya bahwa peristiwa di selat tersebut mengindikasikan tidak adanya solusi militer untuk krisis politik yang sedang berlangsung. Ia juga menyarankan agar AS lebih berhati-hati dan tidak terseret kembali ke dalam situasi yang rumit oleh pihak-pihak yang berniat buruk, terutama mengingat kemajuan perundingan yang telah dicapai berkat upaya Pakistan. Araghchi menekankan bahwa ‘Proyek Kebebasan’ yang dikampanyekan AS justru berpotensi menjadi ‘Proyek Kebuntuan’. Pernyataan ini mencerminkan upaya Iran untuk mencari jalur diplomasi dan menghindari eskalasi konflik lebih lanjut.

Also Read

Tinggalkan komentar