Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Air Dukung Pertanian Wilayah 3T

Budi Santoso

Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Air Dukung Pertanian Wilayah 3T

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan infrastruktur sumber daya air guna menunjang pemerataan pembangunan dan mendongkrak produktivitas sektor pertanian, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu terobosan inovatif yang digagas adalah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), sebuah solusi jitu untuk menjawab tantangan ketersediaan air di lahan pertanian tadah hujan. Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu wilayah yang merasakan langsung manfaat program ini.

Menteri PU, Dody Hanggodo, secara langsung meninjau progres pembangunan JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan bahwa infrastruktur yang telah diinvestasikan benar-benar memberikan dampak optimal bagi para petani dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional, terutama di garis depan kedaulatan pangan Indonesia.

"Pembangunan JIAT ini merupakan perwujudan komitmen Kementerian PU untuk memastikan setiap tetes air dimanfaatkan semaksimal mungkin demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Dody. "Melalui JIAT, kita berupaya menciptakan ketersediaan air yang stabil, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan kita."

Dalam kunjungannya, Dody memberikan arahan strategis agar pengembangan JIAT di Rote tidak hanya berhenti pada pembangunan sumur dan pompa air tanah. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya integrasi dengan jaringan saluran tersier yang dirancang sesuai dengan kontur lahan. Desain yang cermat ini diharapkan mampu mengoptimalkan distribusi air hingga ke setiap jengkal lahan pertanian, memastikan irigasi yang merata dan efektif.

Baca Juga :  Prabowo Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026

Selain itu, Menteri PU juga mendorong adopsi teknologi energi yang lebih efisien dalam operasional sistem irigasi air tanah. Pemanfaatan panel surya, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi, menjadi salah satu fokus utama. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya operasional pompa secara signifikan, sekaligus meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi, terutama di daerah-daerah terpencil yang sering kali menghadapi kendala akses energi.

Proyek JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, yang didanai APBN dengan anggaran Rp 1,5 miliar, kini mampu menghasilkan debit air sebesar 9 liter per detik. Infrastruktur vital ini telah berhasil melayani kebutuhan irigasi bagi areal pertanian seluas 10 hektare. Keberadaan JIAT ini menjadi sangat krusial mengingat Kecamatan Lobalain memiliki potensi lahan sawah seluas 1.395 hektare. Di musim tanam kedua, ketika sumber air permukaan sering kali mengalami penurunan drastis, pasokan air dari tanah menjadi tulang punggung bagi para petani untuk mempertahankan produktivitas pertanian mereka.

Dody menekankan bahwa pengembangan JIAT di masa mendatang perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pemetaan kebutuhan air yang komprehensif di seluruh kawasan pertanian potensial di Rote Ndao. Dengan perencanaan yang matang dan terukur, pembangunan sumur-sumur JIAT baru diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

"Melalui pembangunan JIAT dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya, Kementerian PU bertekad untuk terus menghadirkan layanan dasar yang andal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengakselerasi pemerataan pembangunan di wilayah 3T. Ini adalah upaya nyata kita untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing," tutup Dody. Ia menambahkan bahwa pengembangan JIAT di Rote Ndao sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Baca Juga :  Indonesia & Filipina Perkuat Kerja Sama Nikel Strategis

Also Read

Tinggalkan komentar