
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons cepat insiden ledakan pipa steam reactor di fasilitas produksi PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) yang berlokasi di Cilegon, Banten, pada Senin kemarin. PT MCCI merupakan produsen purified terephthalic acid (PTA). Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyatakan bahwa Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah mengambil tindakan sigap dengan menginstruksikan jajarannya untuk segera turun langsung ke lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penanganan pasca-insiden berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai dengan standar keselamatan industri.
Menindaklanjuti instruksi Menperin, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) bersama dengan Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) telah mengerahkan tim pengawasan dan pengendalian (Wasdal). Tim ini bertugas untuk berkoordinasi langsung dengan manajemen PT MCCI, aparat terkait, serta pemerintah daerah setempat. Identifikasi awal terhadap penyebab insiden menjadi fokus utama, sekaligus memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi yang diambil telah sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan industri kimia.
"Bapak Menteri Perindustrian memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut dan segera menginstruksikan jajaran teknis untuk turun ke lapangan guna melakukan pengawasan, koordinasi, serta memastikan kondisi operasional industri dan keselamatan pekerja serta masyarakat di sekitar lokasi dapat segera ditangani secara optimal," jelas Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
Febri menegaskan kembali bahwa aspek keselamatan kerja dan keamanan operasional industri merupakan prioritas utama Kemenperin dalam pengembangan sektor manufaktur nasional. Hal ini terutama ditekankan pada industri kimia yang secara inheren memiliki risiko operasional yang lebih tinggi.
Selain melakukan pengawasan ketat terhadap penanganan insiden, Kemenperin juga telah meminta PT MCCI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi mereka. Evaluasi ini mencakup kelayakan seluruh peralatan industri yang digunakan serta penerapan standar Keselamatan dan Keamanan (K3) secara lebih ketat.
"Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan keamanan dan keselamatan operasional produksi, serta melakukan preventive maintenance terhadap fasilitas produksi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri di masa mendatang," tambah Febri.
Kemenperin berkomitmen untuk terus memantau secara berkelanjutan perkembangan penanganan insiden ini hingga kondisi operasional di PT MCCI dinyatakan sepenuhnya aman dan stabil. Di sisi lain, Kemenperin juga terus berkoordinasi secara lintas kementerian/lembaga, bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, guna mendukung proses investigasi mendalam dan pemulihan operasional industri secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan dan menjaga stabilitas serta keamanan sektor industri kimia nasional.











