KEK Batang Raih Komitmen Investasi Global untuk Masa Depan Industri Hijau

Budi Santoso

KEK Batang Raih Komitmen Investasi Global untuk Masa Depan Industri Hijau

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus memperkuat posisinya di kancah global dengan mengamankan serangkaian komitmen konkret dari berbagai negara. Komitmen ini mencakup pembentukan pusat pelatihan vokasi mutakhir, percepatan transformasi teknologi energi net-zero, jaminan pembiayaan infrastruktur pintar, hingga penguatan koridor logistik transnasional. Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan, menekankan bahwa pencapaian ini membuktikan daya tawar KEK Industropolis Batang yang tinggi di pasar internasional. Ia menegaskan bahwa kawasan ini bukan sekadar lahan kosong, melainkan sebuah visi untuk kota industri masa depan yang cerdas, hijau, dan beradab.

Salah satu terobosan signifikan adalah pemanfaatan Austrian Soft Loan untuk mendirikan Vocational Training Centre berskala internasional di atas lahan seluas 7 hektare. Pusat pelatihan ini akan dibangun bersama EEE Group, dengan fokus pada transformasi talenta lokal dari sektor agrikultur tradisional menuju keahlian industri modern, seperti teknisi kelistrikan, elektronika, dan pengelasan. Lebih lanjut, ANDRITZ Hydro telah menyatakan komitmennya untuk menjajaki lokalisasi teknologi serta pasokan energi hijau, sejalan dengan visi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri yang ramah lingkungan. Seluruh komitmen ini berhasil diraih melalui pertemuan bisnis tingkat tinggi dengan Kamar Dagang Austria (Wirtschaftskammer Österreich), EEE Group, dan ANDRITZ Hydro.

Di Bratislava, Slowakia, KEK Industropolis Batang kembali mengukuhkan kesepakatan melalui pertemuan dengan 35 pimpinan korporasi Eropa dalam Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum. Acara ini diwarnai dengan penandatanganan Letter of Intent antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Innovation Platform Capital. Kerja sama ini membuka pintu bagi akses pendanaan global dengan skema government-backed yang bankable untuk pengembangan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan. Kolaborasi ini juga berhasil menarik minat pelaku industri maju dari Slowakia, termasuk Kamar Dagang Regional SOPK Bratislava, perusahaan eksportir SARIO, Edgar Baker dan GI Group, serta korporasi otomotif dan e-mobility seperti Kinazo Design, Power Xtender, dan ICTS Logistic.

Baca Juga :  Prabowo Turunkan Bunga Kredit UMKM Jadi di Bawah 9%

Komitmen penting lainnya datang dari pertemuan strategis dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belanda, Amrih Jinangkung. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan mengenai strategi penyaringan investor yang terukur, dengan menjadikan PT Wavin Manufacturing Indonesia sebagai studi kasus keberhasilan (success case) yang membuktikan kesiapan iklim investasi KEK Industropolis Batang bagi korporasi Eropa Barat. Selain itu, dibahas pula potensi pembiayaan infrastruktur publik berkelanjutan senilai hingga 300 juta euro melalui lembaga keuangan Invest International Belanda. Pembiayaan ini akan dikawal ketat melalui penyusunan concept note business forum dan penyelarasan dokumen nasional seperti Blue Book untuk menjamin kelayakan proyek secara nasional.

Also Read

Tinggalkan komentar