KA Cikuray: Andalan Garut-Jakarta, Angkut Jutaan Penumpang

Budi Santoso

KA Cikuray: Andalan Garut-Jakarta, Angkut Jutaan Penumpang

Kereta Api (KA) Cikuray telah membuktikan diri sebagai pilihan utama masyarakat untuk perjalanan antara Garut dan Jakarta, terbukti dengan jumlah penumpang yang terus melonjak sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2022. Hingga April 2026, kereta ekonomi bersubsidi ini telah berhasil mengangkut total 2.226.342 penumpang, menunjukkan perannya yang signifikan dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat di kedua wilayah tersebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat adanya peningkatan pengguna yang konsisten, mencerminkan daya tarik KA Cikuray yang semakin kuat.

Khusus pada periode Januari hingga April 2026, KA Cikuray melayani 211.498 pelanggan. Rinciannya, sebanyak 107.459 penumpang memilih rute Garut-Pasar Senen, sementara 104.039 penumpang menempuh perjalanan sebaliknya dari Pasar Senen menuju Garut. Pertumbuhan jumlah pengguna ini menjadi indikator kuat bahwa KA Cikuray bukan sekadar moda transportasi, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menegaskan bahwa lonjakan penumpang ini mencerminkan KA Cikuray yang semakin vital dalam menunjang mobilitas masyarakat di sepanjang koridor yang dilaluinya. Kereta ini menjadi saksi berbagai cerita perjalanan; dari pelajar yang menempuh pendidikan di kota besar, pekerja yang beraktivitas harian, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengembangkan bisnis, pedagang yang mencari peluang pasar, hingga wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan biaya terjangkau.

Baca Juga :  BTN Dukung MBR Miliki Rumah, KPR Subsidi Hingga 40 Tahun

Data historis KAI memperkuat klaim ini. Pada relasi Garut-Pasar Senen, jumlah penumpang terus mengalami kenaikan signifikan. Dimulai dari 157.735 penumpang pada tahun 2022, angka tersebut melonjak menjadi 272.648 penumpang di tahun 2023. Tren positif ini berlanjut dengan 305.959 penumpang pada tahun 2024, dan diproyeksikan mencapai 313.926 penumpang pada tahun 2025.

Hal serupa terjadi pada relasi Pasar Senen-Garut. Jumlah penumpang meningkat dari 135.530 orang pada tahun 2022 menjadi 242.119 orang di tahun 2023. Peningkatan ini terus berlanjut dengan 285.130 pelanggan pada tahun 2024 dan mencapai 301.797 pelanggan pada tahun 2025. Faktor utama yang mendorong tingginya minat masyarakat adalah tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp45 ribu untuk rute terjauh Garut-Pasar Senen, menjadikan KA Cikuray sebagai solusi transportasi ekonomis yang efisien.

KA Cikuray sendiri melayani total 12 stasiun pemberhentian strategis, meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen. Jaringan stasiun ini menghubungkan beragam kawasan dengan karakteristik ekonomi yang berbeda, mulai dari sentra pertanian di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas metropolitan di Jakarta. Konektivitas ini secara efektif mendukung pergerakan barang dan jasa, serta memfasilitasi interaksi antarwilayah.

Menurut Anne, pertumbuhan pengguna KA Cikuray menegaskan kembali peran vital kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian antardaerah. "Kereta api selalu tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka," ujar Anne, menggarisbawahi komitmen KAI untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika masyarakat. KA Cikuray menjadi bukti nyata bahwa transportasi publik yang terjangkau dan efisien dapat memberikan dampak positif yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Perlambatan Industri Nikel Picu Lesunya Ekonomi Lokal

Also Read

Tinggalkan komentar