IHSG Merosot 0,92% Imbas Jual Asing & Evaluasi MSCI

Budi Santoso

IHSG Merosot 0,92% Imbas Jual Asing & Evaluasi MSCI

Perdagangan saham awal pekan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan tren negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (11/5) mengalami koreksi sebesar 0,92%, terparkir di level 6.905,62. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual investor asing yang signifikan dan kekhawatiran pasar terkait hasil evaluasi indeks MSCI.

Dalam perdagangan kemarin, saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) atau MORA menjadi salah satu penopang pasar dengan lonjakan harga mencapai 20,00%. Penguatan juga terlihat pada saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik 5,80% dan PT Astra Otoparts Tbk (ASII) yang menguat 3,86%. Namun, sentimen negatif mendominasi pergerakan pasar dengan adanya pelemahan cukup dalam pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang terkoreksi 13,36%, diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang melemah 8,21%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang terkoreksi 7,56%.

Data perdagangan mencatat bahwa investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp659,16 miliar di pasar reguler. Jika diakumulasikan di seluruh pasar, total jual bersih investor asing mencapai Rp751,15 miliar. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor mengalami pelemahan. Sektor transportasi menjadi yang paling terdampak dengan koreksi sebesar 2,88%. Sementara itu, sektor infrastruktur menunjukkan kinerja positif dengan penguatan terbesar mencapai 1,52%.

Pelaku pasar juga mencermati potensi perubahan komposisi dalam indeks MSCI. Saham-saham seperti BREN dan DSSA disebut berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI karena tingginya konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration/HSC). Sentimen negatif ini diperkuat oleh penurunan nilai Exchange Traded Fund (ETF) EIDO sebesar 1,75% dan MSCI Indonesia sebesar 2,11%, yang dinilai masih dapat memicu tekanan lebih lanjut di pasar domestik dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga :  Dolar AS Menguat ke Rp 17.900, Rupiah Tertekan Sentimen Ganda

Di sisi lain, beberapa emiten mengumumkan aksi korporasi yang menarik perhatian. PT RATU Prabu Energi Tbk (RATU) melalui anak usahanya PT Raharja Energi Negeri (REN) melakukan akuisisi 5% hak partisipasi Wilayah Kerja Kasuri Block di Papua Barat dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd. Nilai transaksi akuisisi ini sebesar US$9,64 juta atau sekitar Rp165 miliar. Manajemen RATU menyatakan bahwa nilai transaksi ini tidak masuk dalam kategori transaksi material sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham. Kasuri Block sendiri memiliki cadangan gas sebesar 2,67 triliun kaki kubik (tcf) dan direncanakan memproduksi gas hingga 230 juta kaki kubik per hari selama 18 tahun, dengan masa kontrak PSC berlaku hingga 2038.

Selanjutnya, PT Kencana Graha Gemilang Tbk (KKGI) berencana untuk memperluas lini usahanya dengan menambah sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru. Penambahan ini mencakup sektor pergudangan, akomodasi, kawasan wisata, serta jasa informasi pariwisata. Diversifikasi bisnis ini diproyeksikan dapat memberikan tambahan pendapatan dan mendukung peningkatan laba perseroan di masa mendatang.

Dari sektor perbankan, PT Bank Jatim Tbk (BJTM) telah menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp56,62 per saham, dengan total pembagian mencapai Rp850,17 miliar. Jumlah ini setara dengan 55,01% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sepanjang tahun 2025, BJTM mencatat pertumbuhan pendapatan bunga dan syariah sebesar 22,79% menjadi Rp10,29 triliun, dengan laba bersih meningkat menjadi Rp1,62 triliun. Dengan harga saham penutupan terakhir di Rp595 per saham, dividend yield BJTM tercatat sekitar 9,52%. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 18 Mei, dan pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 5 Juni mendatang.

Baca Juga :  PEVS 2026: Pameran Kendaraan Listrik di Jakarta, 29 Okt-1 Nov

Penting untuk diingat bahwa segala analisis dan rekomendasi saham yang disajikan bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Berinvestasilah secara bijak.

Also Read

Tinggalkan komentar