IHSG Anjlok ke 7.129, Proyek Gudang ARGO dan Dividen GOOD Jadi Sorotan

Budi Santoso

IHSG Anjlok ke 7.129, Proyek Gudang ARGO dan Dividen GOOD Jadi Sorotan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan akhir pekan ini dengan koreksi tajam sebesar 3,38 persen menuju level 7.129,49. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual masif investor asing yang mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp3,02 triliun di pasar reguler, atau mencapai Rp2,00 triliun secara akumulatif di seluruh pasar. Tekanan jual paling signifikan menerjang saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) seperti BBCA, DSSA, dan BBRI, yang gagal dibendung oleh penguatan terbatas pada saham APIC, BFIN, serta ANTM. Secara sektoral, kondisi pasar terlihat sangat tertekan di mana seluruh indeks sektoral kompak melemah, dipimpin oleh sektor barang konsumen siklikal yang anjlok paling dalam hingga 4,27 persen.

Sentimen global turut memberikan warna pada pergerakan pasar domestik dengan tren yang bervariasi namun cenderung membebani psikologis investor. Di bursa Amerika Serikat, indeks Dow Jones ditutup melemah 0,16 persen, berbanding terbalik dengan S&P 500 yang naik 0,80 persen dan Nasdaq yang melesat 1,63 persen. Ketidakpastian geopolitik kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus ke Pakistan guna membahas gencatan senjata. Dampaknya, instrumen yang merepresentasikan aset Indonesia di luar negeri seperti ETF EIDO merosot 2,41 persen dan indeks MSCI Indonesia terkoreksi dalam sebesar 3,96 persen.

Di tengah fluktuasi indeks, kabar positif datang dari lantai bursa melalui PT Argo Pantes Tbk (ARGO). Emiten tekstil yang kini merambah sektor logistik ini secara resmi memulai pembangunan gudang dengan konsep build-to-suit untuk J&T Cargo. Proyek strategis yang ditandai dengan peletakan batu pertama pada 23 April ini menelan investasi sekitar Rp120 miliar dan ditargetkan beroperasi penuh pada Februari 2027. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian sewa jangka panjang selama 10 tahun dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp221 miliar. ARGO menyediakan lahan seluas 44.188 meter persegi untuk mendukung pusat distribusi J&T Cargo di kawasan Jabodetabek.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Tunda Pajak Jalan Tol dan Orang Kaya Hingga Ekonomi Pulih

Sementara itu, PT Garudafood Tbk (GOOD) mengumumkan komitmennya untuk memanjakan pemegang saham melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp350,34 miliar atau Rp9,50 per saham. Nilai ini mencerminkan payout ratio sebesar 50,87 persen dari total laba bersih tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp688,65 miliar. Kinerja fundamental GOOD sepanjang 2025 terbilang solid dengan pertumbuhan pendapatan 7,27 persen menjadi Rp13,12 triliun, yang ditopang oleh kenaikan penjualan segmen makanan. Investor yang mengincar dividen ini harus memperhatikan jadwal cum dividend pada 6 Mei, dengan target pencairan dana pada 20 Mei mendatang. Seluruh keputusan investasi ini tetap menjadi tanggung jawab penuh para pemodal.

Also Read

Tinggalkan komentar