IHSG Ambles Akibat Sentimen MSCI, IPOT Hadirkan Solusi AI

Budi Santoso

IHSG Ambles Akibat Sentimen MSCI, IPOT Hadirkan Solusi AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (29/1/2026) mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.30 WIB di sesi pertama. Indeks sempat terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47 pada tengah hari. Tekanan terhadap IHSG kali ini masih dipengaruhi oleh sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global mengenai transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Di tengah pergerakan pasar yang volatil, sebanyak 720 saham tercatat mengalami penurunan, 65 saham naik, dan 22 saham tidak bergerak. Nilai transaksi pada sesi tersebut mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

Berita ini juga menyoroti perubahan lanskap transaksi saham domestik. Volatilitas pasar yang tinggi mendorong perusahaan sekuritas untuk berinovasi dalam memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih responsif bagi investor. Sistem trading konvensional dengan tampilan statis dinilai kurang memadai dalam menghadapi pergerakan pasar yang berubah sangat cepat. Menjawab tantangan ini, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan pembaruan aplikasi trading berbasis kecerdasan buatan (AI) secara real-time dengan tampilan dinamis. Inovasi ini secara khusus ditujukan untuk menarik minat investor muda yang cenderung lebih menyukai aplikasi yang personal, responsif, dan mudah digunakan.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan bahwa dalam hitungan detik ketika pasar berubah, tampilan UI statis dan indikator yang tertinggal hanya akan menghasilkan keputusan yang lambat, reaksi yang tertinggal, dan proteksi trading yang lemah. Oleh karena itu, IPOT menghadirkan fitur pengaturan tampilan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, mulai dari investor pemula hingga trader aktif. Persaingan di antara aplikasi investasi pun semakin ketat seiring dengan meningkatnya aktivitas investor ritel di tengah pasar yang bergejolak.

Baca Juga :  OJK Selidiki Jasa Penyelesaian Utang Pinjol Ilegal

Untuk membantu investor dalam membaca arah pasar, memantau pergerakan saham, hingga mengatur strategi transaksi secara lebih cepat, banyak perusahaan sekuritas mulai mengadopsi teknologi AI. IPOT juga menambahkan fitur proteksi otomatis melalui sistem ROBO yang memungkinkan investor untuk memasang strategi seperti stop loss, trailing stop, hingga take profit secara otomatis. Fitur-fitur ini dirancang untuk meminimalisir keputusan emosional yang mungkin timbul saat pasar bergerak liar. Selain itu, data fundamental emiten kini disajikan dalam bentuk visual dan grafik yang lebih mudah dicerna oleh investor muda yang terbiasa dengan tampilan digital interaktif. Moleonoto menambahkan bahwa generasi muda dinilai lebih cepat menangkap pola tren melalui pendekatan grafis dibandingkan dengan tabel angka yang mungkin dianggap membosankan.

Also Read

Tinggalkan komentar