Harga Emas Antam Anjlok, Pembeli Siap Serbu Toko Emas

Budi Santoso

Harga Emas Antam Anjlok, Pembeli Siap Serbu Toko Emas

Harga emas Antam mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 28 Mei 2026, pukul 08.43 WIB. Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia, harga emas Antam tercatat turun Rp 31.000 per gram, dari semula Rp 2.785.000 menjadi Rp 2.754.000 per gram. Penurunan ini juga berlaku untuk harga pembelian kembali atau buyback, yang kini berada di angka Rp 2.557.000 per gram.

Perubahan harga emas Antam ini merupakan hal yang wajar dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Bagi para pembeli, penurunan harga ini menjadi momentum yang tepat untuk berinvestasi pada logam mulia. Kesiapan para pedagang untuk mengambil logam mulia yang dipilih oleh pembeli di toko-toko perhiasan emas mengindikasikan adanya antisipasi terhadap lonjakan permintaan seiring dengan penurunan harga.

Penting untuk diperhatikan bahwa transaksi harga jual emas dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Aturan ini berlaku untuk semua jenis emas, mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Lebih lanjut, penjualan kembali emas batangan ke PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besaran PPh ini adalah 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. PPh Pasal 22 atas transaksi buyback ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, potongan pajak juga diberlakukan sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh Pasal 22 sebagai tanda sah transaksi.

Baca Juga :  Kepala BP BUMN Dony Oskaria Pantau Evakuasi Kereta di Bekasi Timur

Penurunan harga emas ini diperkirakan akan memicu peningkatan aktivitas jual beli di pasar. Para investor dan masyarakat umum yang sebelumnya menunda pembelian karena harga yang tinggi, kini kemungkinan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pundi-pundi aset mereka. Para pedagang emas pun diprediksi akan mengalami peningkatan omzet penjualan.

Situasi ini mencerminkan dinamika pasar emas yang selalu berfluktuasi. Faktor-faktor ekonomi global, kebijakan moneter, dan sentimen pasar berperan penting dalam menentukan pergerakan harga emas. Dengan adanya penurunan harga saat ini, diharapkan dapat mendorong kembali minat masyarakat untuk berinvestasi pada emas sebagai salah satu instrumen investasi yang stabil dan aman.

Para pedagang di toko perhiasan emas terlihat bersiap melayani calon pembeli yang akan datang. Suasana di pasar emas diperkirakan akan semakin ramai dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan penurunan harga ini. Ketersediaan berbagai pilihan gramasi emas batangan juga akan memudahkan pembeli dalam menentukan jumlah investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Selain itu, informasi mengenai potongan pajak yang jelas dan transparan akan membantu pembeli dalam menghitung total biaya pembelian. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan transaksi jual beli emas dengan lebih percaya diri dan terinformasi. Peran Antam sebagai salah satu produsen emas terbesar di Indonesia menjadi acuan penting dalam pergerakan harga emas di pasar domestik.

Baca Juga :  Harga Emas Diprediksi Naik Pekan Depan, Target Capai Rp 2,98 Juta

Also Read

Tinggalkan komentar