
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya memberikan tanggapan resmi setelah sahamnya mengalami pembekuan oleh MSCI dan dikeluarkan dari Mid Cap Index oleh penyedia indeks saham global terkemuka, FTSE Russell. Selain itu, GOTO juga merespons pengumuman dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memindahkan saham perusahaan dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Joel Ellis, Head of Investor Relations GoTo, menyatakan bahwa perusahaan mencermati seluruh perkembangan yang terjadi dan menganggapnya sebagai penyesuaian teknis-administratif.
Menurut Joel, perubahan ini didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis perseroan yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa reklasifikasi oleh BEI terjadi karena GoTo tidak memenuhi salah satu kriteria, yaitu ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun minimal 20%. Hal ini merupakan konsekuensi dari dekonsolidasi Tokopedia pada awal tahun 2024.
Lebih lanjut, Joel memaparkan bahwa karena FTSE Global Equity Index Series saat ini belum mengakui Papan Pengembangan, dan dengan mempertimbangkan kondisi perdagangan terkini di BEI, saham GoTo akan dikeluarkan dari indeks tersebut. Mengenai pengumuman MSCI, Joel menyebutkan bahwa hal itu berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI. Ia menegaskan bahwa situasi ini tidak mencerminkan fundamental bisnis perseroan.
"Tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan. Secara operasional, GoTo terus mencatatkan kinerja yang kuat," tegas Joel. Pernyataan ini didukung oleh laporan keuangan GoTo pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih kuartalan pertamanya dalam sejarah sebesar Rp 171 miliar. Laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang impresif sebesar 26% dari tahun sebelumnya, mencapai Rp 5,3 triliun.
GoTo juga mempertahankan pedoman EBITDA grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 60% dari tahun sebelumnya. Joel menutup keterangannya dengan menekankan bahwa fundamental bisnis GoTo tetap kuat. Perusahaan berkomitmen untuk terus fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta senantiasa berupaya menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang sahamnya. Perubahan status indeks ini diharapkan tidak mengganggu momentum positif yang sedang dijalani GoTo.











