IHSG Hari Ini Melaju di Zona Hijau 7.099, Transaksi Tembus Rp 2 Triliun

Budi Santoso

IHSG Hari Ini Melaju di Zona Hijau 7.099, Transaksi Tembus Rp 2 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada hari Rabu, 29 April 2026, dengan catatan positif di tengah fluktuasi pasar modal yang dinamis. Berdasarkan data terbaru dari RTI Business pada pukul 09.12 WIB, indeks terpantau kokoh di level 7.099, atau mengalami kenaikan sebesar 27 poin yang setara dengan penguatan 0,38 persen. Sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi, IHSG langsung bertengger di zona hijau pada posisi 7.096, menunjukkan optimisme investor yang mulai kembali masuk ke pasar saham domestik untuk mencari peluang keuntungan di tengah pergerakan harga yang atraktif.

Pergerakan indeks pada sesi pagi ini terpantau cukup agresif dengan rentang fluktuasi yang bergerak antara level terendah di posisi 7.087 hingga sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.115. Aktivitas perdagangan berlangsung sangat semarak, terbukti dengan nilai transaksi yang sudah menembus angka Rp 2,09 triliun hanya dalam hitungan menit sejak pasar dibuka. Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 7,861 miliar lembar saham melalui frekuensi transaksi yang mencapai 293.321 kali. Dinamika pasar menunjukkan dominasi sentimen beli yang cukup kuat, di mana terdapat 290 saham yang bergerak menguat, mengungguli 245 saham yang melemah, sementara 177 saham lainnya masih tertahan di posisi stagnan.

Meskipun menunjukkan performa harian yang menjanjikan, IHSG sebenarnya masih menghadapi tantangan besar jika dilihat dari perspektif jangka menengah. Secara mingguan, indeks mencatatkan koreksi yang cukup dalam sebesar 5,82 persen. Penurunan lebih signifikan terlihat dalam rentang waktu tiga bulan terakhir yang anjlok hingga 21,73 persen, serta pelemahan 13,99 persen dalam periode enam bulan. Tren negatif ini mencerminkan adanya tekanan jual yang masif di masa lalu, yang kemungkinan dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi global atau penyesuaian portofolio besar-besaran oleh investor institusi dan asing.

Baca Juga :  Terminal Tanjung Priok Lengang Jelang Libur Panjang, Calo Menanti

Namun, di balik tekanan tersebut, titik balik pemulihan mulai terlihat dari performa bulanan yang tumbuh tipis sebesar 0,78 persen. Lebih menarik lagi, jika ditarik garis lurus secara tahunan (year-on-year), IHSG sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan yang sangat solid yakni mencapai 14,13 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa fundamental ekonomi nasional dan kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia tetap tangguh dalam jangka panjang. Penguatan pagi ini diharapkan menjadi katalis positif bagi IHSG untuk kembali menembus level resistensi psikologis yang lebih tinggi, didorong oleh rilis laporan keuangan kuartalan serta stabilitas nilai tukar yang mulai terjaga. Investor kini cenderung bersikap selektif dengan memperhatikan saham-saham blue chip yang sudah terkoreksi cukup dalam sebagai strategi "buy on weakness" di tengah momentum kenaikan ini.

Also Read

Tinggalkan komentar