FEM IPB Gelar Kuliah Umum Kebijakan Fiskal & Keuangan

Budi Santoso

FEM IPB Gelar Kuliah Umum Kebijakan Fiskal & Keuangan

Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University merayakan ulang tahun ke-25 dengan menyelenggarakan Ministerial & Top Executive Lecture Series pada Jumat (29/5/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Acara bergengsi ini menghadirkan dua tokoh terkemuka di sektor keuangan negara, yaitu Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Juda Agung, PhD, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) RI, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, MSc. Keduanya berbagi pandangan mendalam mengenai arah kebijakan fiskal dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks.

Dekan FEM IPB University, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MScEc, dan Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, MSi, secara resmi membuka gelaran penting ini. Dalam pidato pembukaannya, Rektor IPB University menyoroti peran krusial perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, sekaligus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan pembangunan bangsa. Forum ini dirancang sebagai wadah pembelajaran interaktif bagi para mahasiswa, memberikan kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan para pengambil kebijakan di tingkat nasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang keterkaitan antara teori akademis, praktik di lapangan, dan perumusan kebijakan publik yang efektif.

Sesi pertama kuliah umum diisi oleh Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dengan topik "Strategi Mengelola Fiskal di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global." Beliau menguraikan bagaimana dinamika geopolitik global yang bergejolak, termasuk perang dagang dan berbagai konflik internasional, telah menciptakan iklim ketidakpastian yang signifikan bagi perekonomian dunia. Meskipun demikian, Juda Agung optimis bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kokoh. Hal ini dibuktikan dengan tingkat inflasi yang terkendali dengan baik, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta terjaganya stabilitas fiskal negara.

Baca Juga :  Jetour T1 dan T1 i-DM Resmi Meluncur, SUV Urban Adventure Hadir di Indonesia

Lebih lanjut, Juda Agung menjelaskan bahwa strategi pengelolaan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia memiliki dua sasaran utama: menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seraya tetap berpegang teguh pada prinsip disiplin fiskal dan stabilitas makroekonomi. Strategi ini diimplementasikan melalui tiga pilar utama yang saling mendukung: pertama, upaya intensif untuk mendorong peningkatan penerimaan negara; kedua, pengelolaan belanja negara yang cermat dan efisien; dan ketiga, diversifikasi sumber-sumber pembiayaan untuk memperkuat ketahanan ekonomi.

Dalam paparannya, Juda Agung juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya menumbuhkan semangat optimisme di kalangan generasi muda dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045. Beliau secara eksplisit mengajak para mahasiswa untuk proaktif mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan global yang tak terhindarkan. Persiapan ini meliputi peningkatan kompetensi diri secara berkelanjutan, pengembangan jiwa inovasi yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi dunia. Melalui pemahaman mendalam akan kebijakan fiskal dan keuangan, serta kesiapan diri untuk beradaptasi, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar