Emas Diprediksi Meroket Rp 3,3 Juta/Gram di Kuartal II 2026

Budi Santoso

Emas Diprediksi Meroket Rp 3,3 Juta/Gram di Kuartal II 2026

Harga emas dunia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Pengamat memperkirakan logam mulia ini akan menembus rekor baru hingga mencapai Rp 3,3 juta per gram. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal pergerakan harga emas global yang diperkirakan akan mencapai level 5.400 dolar AS per troy ons pada periode April hingga Juni 2026.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa jika tren penguatan berlanjut, harga emas dunia dapat mencapai angka fantastis tersebut. Saat ini, pada perdagangan akhir pekan, harga emas dunia berada di kisaran 4.616 dolar AS per troy ons. Ibrahim menjelaskan bahwa secara teknikal, jika terjadi koreksi, harga emas dunia memiliki level support pertama di 4.520 dolar AS per troy ons dan support kedua di 4.389 dolar AS per troy ons. Namun, jika tren penguatan yang dominan, level resistance pertama diprediksi berada di 4.702 dolar AS per troy ons, dan resistance kedua di 4.851 dolar AS per troy ons.

Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik pada akhir pekan lalu ditutup di level Rp 2.796.000 per gram. Ibrahim memproyeksikan bahwa jika terjadi koreksi, level support pertama untuk harga logam mulia adalah Rp 2.786.000 per gram, dan support kedua di Rp 2.750.000 per gram. Namun, jika terjadi penguatan, level resistance pertama diperkirakan mencapai Rp 2.866.000 per gram, dan resistance kedua di Rp 2.900.000 per gram. Prediksi kenaikan harga emas domestik ini sejalan dengan penguatan harga emas dunia.

Baca Juga :  PHK 2026 Turun Drastis, Sinyal Baik Sektor Ketenagakerjaan

Faktor-faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga emas global juga dianalisis oleh Ibrahim. Indeks dolar AS, yang seringkali bergerak berlawanan arah dengan harga emas, diprediksi akan melanjutkan tren penguatan hingga menembus level 102,00. Penguatan indeks dolar ini, menurut Ibrahim, dapat memberikan tekanan pada emas, namun diprediksi tidak akan mampu menahan laju kenaikan harga emas secara keseluruhan.

Selain itu, harga minyak mentah dunia jenis WTI juga diprediksi akan mengalami fluktuasi. Level support untuk minyak WTI diposisikan di 92 dolar AS per barel, sementara level resistance diprediksi mencapai 114 dolar AS per barel. Pergerakan harga komoditas energi ini dapat memiliki dampak tidak langsung terhadap inflasi dan permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian. Ibrahim memprediksi bahwa dalam perdagangan pekan depan, rupiah berpotensi menembus level Rp 17.550 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini, jika terjadi, dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas dalam denominasi rupiah, mengingat emas umumnya diperdagangkan dalam dolar AS.

Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi pergerakan harga komoditas global, dinamika indeks dolar AS, serta potensi pelemahan rupiah, Ibrahim meyakini bahwa harga emas dunia atau logam mulia akan mengalami penguatan yang cukup signifikan pada kuartal II 2026. Prediksi kenaikan harga emas ini menjadi kabar baik bagi para investor dan pemegang logam mulia, yang dapat mengantisipasi potensi keuntungan yang substansial dalam beberapa bulan ke depan. Perlu diingat bahwa prediksi ini bersifat analisis dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang tidak terduga.

Baca Juga :  BGN Luruskan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

Also Read

Tinggalkan komentar