
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Klaim ini didukung oleh data pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,52%. Angka ini, menurut Juda Agung, menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat masih dalam kondisi yang kuat. Konsumsi rumah tangga secara konsisten menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,6%. "Konsumsi rumah tangga itu adalah sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Juda Agung dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). Ia menambahkan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga di bawah 5% akan menjadi sinyal penurunan daya beli masyarakat, namun data saat ini menunjukkan sebaliknya.
Lebih lanjut, Juda Agung memaparkan bahwa hingga April 2026, pendapatan negara berhasil mencapai Rp 918 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 13,3%. Sektor perpajakan menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 16,1%, sementara belanja negara juga mengalami peningkatan signifikan hingga 34,3%. Meskipun terdapat peningkatan belanja yang cukup tinggi, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berhasil dikendalikan pada level 0,64% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dibandingkan kuartal I yang mencapai 0,92%. "Keseimbangan primer bahkan surplus di bulan April ini. Ini semua menunjukkan bahwa APBN kita ekspansif tetapi masih terukur," jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran akan potensi krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1997-1998, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini secara tegas menepisnya. Berdasarkan data ekonomi yang ada, Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat meskipun menghadapi tekanan global. "Kalau melihat angka-angka tadi, kita itu jauh dari situasi krisis," tegas Juda Agung, menyoroti bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak menunjukkan indikasi menuju krisis. Ia menekankan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan ketahanan dan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.











