China Sepakat Borong Ratusan Pesawat Boeing, Trump Beri Apresiasi

Budi Santoso

China Sepakat Borong Ratusan Pesawat Boeing, Trump Beri Apresiasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kabar gembira bagi raksasa penerbangan Boeing. China dikabarkan telah sepakat untuk membeli 200 unit pesawat jet Boeing, dengan potensi tambahan hingga 750 unit di masa mendatang. "Kesepakatan itu mencakup sekitar 200 pesawat dan janji hingga 750 pesawat jika mereka berkinerja baik," ujar Trump dalam pernyataannya di pesawat Air Force One. Rincian spesifik mengenai jenis jet yang dipesan dan jadwal pengiriman belum dirilis, namun Trump menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan diproduksi oleh GE Aerospace.

Lebih lanjut, Trump mengindikasikan bahwa Presiden China Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke AS pada bulan September. Kunjungan ini diperkirakan akan menjadi momen penting untuk mengukuhkan gelombang pesanan pesawat Boeing yang lebih besar. Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump merinci bahwa pesanan awal Boeing dari China akan mencakup model 777 dan 737. Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menjadi transaksi besar pertama antara Boeing dan China dalam kurun waktu hampir satu dekade. "Dia (Xi) berkomitmen untuk 200 pesawat Boeing, yang besar, 777, dan 737, dan banyak sekali pesawat Boeing yang besar, besar, dan indah," ungkap Trump.

Perkiraan nilai dari pesanan 200 unit pesawat ini, menurut perusahaan intelijen dan konsultasi penerbangan IBA, berkisar antara US$ 17 hingga 19 miliar, atau setara dengan Rp 299,13 hingga Rp 334,32 triliun, dengan asumsi kurs Rp 17.596 per dolar AS. Angka ini didasarkan pada perkiraan 80% pesanan jet MAX dan 20% pesawat berbadan lebar. Namun, nilai ini berpotensi meningkat hingga US$ 25 miliar (sekitar Rp 439,9 triliun) jika proporsi pesawat berbadan lebar dalam pesanan mencapai 40%.

Baca Juga :  Baja Impor Murah Hantam Krakatau Osaka Steel, Industri Nasional Merugi

Meskipun demikian, komitmen pembelian awal ini masih terbilang lebih rendah dari target awal Boeing. Sumber industri menyebutkan bahwa Boeing sebelumnya sedang dalam negosiasi untuk penjualan setidaknya 500 jet berbadan sempit, ditambah puluhan jet berbadan lebar dan potensi tambahan 200 jet di kemudian hari. Dengan kata lain, kesepakatan yang dicapai saat ini hanya sekitar 40% dari target awal Boeing yang diharapkan saat Trump berkunjung ke China.

Kekhawatiran China terhadap dukungan purna jual menjadi salah satu alasan utama rendahnya komitmen pembelian ini. "Alasan China tidak membeli sangat sederhana, tidak ada yang mau membeli sesuatu tanpa jaminan perawatan dan dukungan setelah pembelian," ujar Li Hanming, pakar independen di industri penerbangan China. Ia menambahkan, ancaman AS terkait pembatasan ekspor suku cadang tahun lalu menimbulkan keraguan bagi calon pembeli Boeing, mempertanyakan keberanian mereka untuk melakukan pembelian besar jika embargo suku cadang diberlakukan.

Also Read

Tinggalkan komentar