Cadangan Gas Raksasa Geliga Kutai Capai 7 TCF, Dukung Ketahanan Energi Nasional

Budi Santoso

Cadangan Gas Raksasa Geliga Kutai Capai 7 TCF, Dukung Ketahanan Energi Nasional

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penemuan cadangan gas alam yang signifikan di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang dinamakan Geliga. Temuan ini diproyeksikan memiliki potensi besar yang akan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional dan penyediaan pasokan gas yang berkelanjutan.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, sumur Geliga-1 sendiri memiliki potensi sumber daya gas sebesar 5 triliun kaki kubik (TCF) dan kondensat sebanyak 300 juta barel oil equivalent (BOE). Angka ini sangat substansial dan menunjukkan potensi cadangan yang luar biasa.

Tidak hanya itu, lapangan gas Gula yang telah ada di area tersebut juga menunjukkan potensi yang tidak kalah menarik. Lapangan Gula diperkirakan memiliki cadangan gas sebesar 2 TCF dan 75 juta BOE kondensat. Dengan demikian, gabungan potensi dari kedua lapangan ini, Geliga-1 dan Gula, mencapai total yang mengesankan yaitu 7 TCF gas dan 375 juta barel oil equivalent (BOE) kondensat. Angka gabungan ini menegaskan skala proyek yang sangat besar dan strategis bagi Indonesia.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR pada Kamis (21/5/2026), Rizwi merinci lebih lanjut potensi produksi dari pengembangan gabungan antara Geliga-1 dan Gula. Proyeksi produksi ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1.000 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) gas dan 80.000 BOPD (Barrels of Oil Per Day) kondensat. Angka produksi harian yang tinggi ini akan menjadi penopang penting bagi kebutuhan energi domestik.

Baca Juga :  Solar Non-Subsidi Melonjak, Nelayan Indramayu Lumpuh

Penemuan cadangan gas raksasa ini memiliki implikasi yang sangat luas. Rizwi menekankan bahwa temuan ini memperkuat posisi Indonesia dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional. Pasokan gas yang berkelanjutan dari lapangan Geliga dan Gula akan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan industri, pembangkit listrik, serta kebutuhan rumah tangga di masa mendatang.

Lebih lanjut, penemuan ini juga membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi yang lebih maju dalam sektor migas Indonesia. Keberhasilan eksplorasi ini diharapkan dapat memicu penemuan-penemuan serupa di wilayah lain, memperluas basis sumber daya energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berupaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Skala proyek yang besar ini menuntut koordinasi yang erat antar berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, badan usaha, hingga masyarakat lokal, demi tercapainya tujuan pembangunan energi yang berkelanjutan. Potensi 7 TCF gas dan 375 juta BOE kondensat merupakan aset berharga yang harus dikelola secara bijak untuk generasi sekarang dan mendatang.

Also Read

Tinggalkan komentar