Bulog Serap 300 Ribu Ton Jagung, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Budi Santoso

Bulog Serap 300 Ribu Ton Jagung, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Perum Bulog mencatat sejarah baru dengan menyerap jagung kering mendekati angka 300 ribu ton hingga Mei 2026. Angka ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, melampaui rekor sebelumnya yang hanya mencapai 102 ribu ton pada tahun lalu. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini, yang menunjukkan peningkatan hampir tiga kali lipat dalam upaya penyerapan jagung.

Peningkatan signifikan dalam serapan jagung ini memiliki tujuan utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan strategis ini di tingkat nasional. Bulog secara proaktif telah menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung ke berbagai daerah sejak Sabtu lalu. Fokus penyaluran program ini adalah pada sentra-sentra peternakan ayam dan sektor peternakan lainnya yang sangat bergantung pada ketersediaan jagung sebagai pakan.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga jagung yang dinilai terlalu tinggi di tingkat pasar, yang dapat memberatkan para peternak. Dengan memastikan ketersediaan jagung melalui program SPHP, Bulog berupaya menekan kenaikan harga yang tidak wajar dan menjaga daya saing industri peternakan. Rizal menjelaskan bahwa untuk program SPHP Jagung, Bulog telah menyiapkan alokasi sekitar 240 ribu ton. Harga jagung yang dilepas ke pasar melalui program ini telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan pemerintah, yaitu sebesar Rp 5.500 per kilogram.

Baca Juga :  Sapi Kurban Prabowo dari APBN Sah, Ini Penjelasannya

Upaya Bulog dalam menyerap jagung dalam jumlah besar dan mendistribusikannya melalui program SPHP menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi sektor peternakan. Capaian serapan 300 ribu ton ini tidak hanya menjadi rekor, tetapi juga bukti efektivitas kebijakan dan sinergi antarlembaga dalam menghadapi tantangan pasokan pangan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para peternak dan konsumen, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Pihak Bulog optimis bahwa dengan terus meningkatkan kapasitas penyerapan dan distribusi, mereka dapat terus berkontribusi dalam menjaga pasokan dan harga pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar