BRICS Innovation Contest 2026: Indonesia Dorong Revolusi Industri Baru

Budi Santoso

BRICS Innovation Contest 2026: Indonesia Dorong Revolusi Industri Baru

Jakarta – Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi inovasi industri BRICS melalui pembukaan kompetisi Luar Negeri-Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026 yang berlangsung meriah di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026). Acara ini menandai implementasi praktis kemitraan inovasi antara Cina dan Indonesia di bawah kerangka Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru. BRICS, yang didirikan pada tahun 2009, kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, dan Indonesia yang bergabung sebagai negara Asia Tenggara pertama pada tahun 2023.

Kompetisi ini menjadi ikon partisipasi mendalam Indonesia dalam kerja sama BRICS, mendorong keterhubungan inovasi lokal dengan sumber daya global, serta membangun platform penghubung tingkat tinggi bagi para inovator kedua negara. Dengan tema ‘Inovasi dan Pengembangan BRICS: mempercepat Revolusi Industri Baru’, kompetisi tahun ini berfokus pada empat bidang utama pengembangan di Indonesia: kecerdasan buatan, industri hijau, teknologi ketinggian rendah (low altitude technology), dan elektronika energi.

Sebanyak hampir 100 proyek inovasi dari Indonesia berpartisipasi, dengan 52 tim unggulan berhasil lolos ke tahap presentasi langsung. Proyek-proyek pemenang akan melaju ke final global di Xiamen. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, bekerja sama dengan China-Datang Corporation Overseas Investment Co., Ltd. Dukungan penuh datang dari berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Kementerian Perindustrian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, dan General Technology BRICS (Xiamen) Investment Development Co., Ltd.

Baca Juga :  Indonesia Wajibkan Bensin E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Lokasi

Dalam sambutannya, perwakilan dari Tiongkok, Zhu Gang dan Li Xiaofei, menyampaikan harapan agar kompetisi ini menggali lebih banyak proyek inovasi unggul, mendorong kerja sama inovasi Tiongkok-Indonesia, dan memberikan dorongan baru bagi revolusi industri baru negara-negara BRICS. Jia Bingjun dari China Datang Corporation menekankan fokus pengembangan luar negeri di Indonesia dan komitmen untuk meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mencetak tenaga profesional di bidang energi. Melalui kompetisi ini, CHINA DATANG berharap dapat menjadi jembatan penghubung sumber daya inovasi, membantu proyek inovasi Indonesia mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, serta mendukung pengembangan inovasi industri kedua negara.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Tionghoa Indonesia, Chandra Jap, menggarisbawahi penguatan hubungan Indonesia-Tiongkok pasca-keanggotaan Indonesia di BRICS dan potensi besar dalam kerja sama inovasi industri. Ia berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan meraih prestasi di Final Global di Xiamen.

Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional BRIN, Ajeng Arum Sari, menyatakan komitmen BRIN dalam mendorong transformasi hasil penelitian lokal dan kerja sama internasional. Keempat bidang kompetisi sangat sejalan dengan prioritas penelitian BRIN, dan diharapkan dapat menggali proyek penelitian unggul serta mempercepat pengembangan inovasi Indonesia.

Direktur Promosi Wilayah BKPM, Cahyo Purnomo, menyoroti kebutuhan Indonesia akan teknologi dan konsep inovasi maju untuk mempercepat revolusi industri baru. Empat bidang kompetisi merupakan prioritas pengembangan Indonesia, dan diharapkan dapat menarik lebih banyak teknologi serta investasi dari Tiongkok, mendukung peningkatan industri Indonesia, dan mewujudkan visi "Indonesia Emas 2045".

Baca Juga :  Diskon Tiket Konser Sammy Simorangkir 20% Lewat Wondr by BNI

Staf Ahli Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menekankan upaya Kementerian Perindustrian dalam mendorong transformasi digital dan hijau industri lokal. Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan memberikan vitalitas baru bagi inovasi industri Indonesia, membantu perusahaan lokal mengakses teknologi maju internasional, serta mempercepat peningkatan industri nasional.

Acara pembukaan ditandai dengan pemutaran video, pidato dari perwakilan Tiongkok dan Indonesia, serta upacara peluncuran yang dihadiri oleh pimpinan dari kedua negara. Selanjutnya, Ketua Dewan Juri Indonesia, Steven Sugiantoro, dan Ketua Dewan Juri Internasional, Jin Hongfei, menyampaikan aturan penilaian dan ikrar keadilan, menjamin penilaian yang adil, jujur, dan transparan. Kompetisi ini melibatkan 10 ahli terkemuka dari Indonesia dan global sebagai juri, yang akan menilai proyek berdasarkan inovasi teknologi, kemampuan implementasi industri, dan aspek hijau rendah karbon.

Pembukaan sukses kompetisi ini menegaskan partisipasi mendalam Indonesia dalam tata kelola industri global dengan inovasi sebagai porosnya. Tim yang lolos akan membawa visi nasional "Indonesia Emas 2045" ke Final Global di Xiamen, membangun jalur cepat industrialisasi teknologi baru, dan mempercepat transformasi Indonesia dari "konsumen teknologi" menjadi "pencipta solusi global", serta memberikan vitalitas baru bagi Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.

Also Read

Tinggalkan komentar