Bio Farma Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia Lewat Diplomasi Ekonomi

Budi Santoso

Bio Farma Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia Lewat Diplomasi Ekonomi

PT Bio Farma (Persero) secara serius menggarap potensi pasar di kawasan Amerika Latin dan Karibia untuk produk vaksin dan life science unggulan Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Bio Farma dalam forum diplomasi ekonomi yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pekan lalu. Forum yang bertajuk "2nd Ambassadors’ Dialogue on Enhancing Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Latin America and the Caribbean" menjadi platform penting bagi Bio Farma untuk mempresentasikan kapabilitasnya di hadapan para duta besar dan pemangku kepentingan dari kedua kawasan tersebut.

Dalam forum tersebut, Bio Farma menjadi salah satu perwakilan perusahaan nasional yang melakukan business pitching. Direktur Sales Bio Farma, Fitri Puspadewi, menekankan bahwa kawasan Amerika Latin dan Karibia merupakan wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan kerja sama internasional, khususnya di sektor vaksin dan layanan kesehatan. "Bio Farma memandang kerja sama internasional tidak hanya sebatas hubungan perdagangan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas, transfer teknologi, serta pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Kami ingin menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bersama bagi seluruh pihak," ujar Fitri.

Fitri menjelaskan lebih lanjut bahwa kawasan Amerika Latin dan Karibia memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang pesat, sekaligus menawarkan peluang kolaborasi jangka panjang yang sangat terbuka. Bio Farma melihat adanya kesamaan tantangan yang dihadapi negara-negara di kawasan ini dalam upaya memperluas akses kesehatan, sehingga kerja sama dapat dibangun atas dasar kebutuhan bersama.

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dipercepat, Target Juni Tuntas

Selama ini, Bio Farma Group telah memiliki rekam jejak kerja sama yang baik dengan beberapa negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Kerja sama tersebut terjalin baik melalui mekanisme suplai rutin kepada Pan American Health Organization (PAHO), maupun melalui kerja sama bilateral dengan negara-negara seperti Argentina, Meksiko, dan Peru melalui anak perusahaannya, Phapros.

Dalam presentasinya di forum tersebut, Bio Farma tidak hanya memperkenalkan portofolio produknya, tetapi juga secara komprehensif memaparkan kapabilitasnya sebagai perusahaan life science nasional. Hal ini mencakup pengalaman mendalam dalam pengembangan, produksi, dan distribusi vaksin serta produk kesehatan lainnya. Selain itu, perusahaan juga menyoroti kekuatan riset dan pengembangannya, fasilitas manufaktur yang mumpuni, sistem mutu yang ketat, serta rekam jejak yang terbukti dalam membangun kemitraan global.

Fitri optimis bahwa peluang kerja sama dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia masih sangat luas dan beragam. Potensi tersebut mencakup tidak hanya perdagangan vaksin dan produk life science, tetapi juga mencakup transfer teknologi, kolaborasi dalam penelitian bersama, hingga penguatan kapasitas manufaktur dan sistem kesehatan. "Forum seperti ini membuka peluang kolaborasi baru sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kebutuhan pasar internasional. Interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan global juga menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing Bio Farma di tingkat internasional," tegasnya.

Baca Juga :  SPBUN Bakongan Timur: Akses BBM Nelayan Makin Mudah

Forum yang berlangsung di Ruang Nusantara, Gedung Utama Kementerian Luar Negeri RI, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Andre Omer Siregar, Managing Director Global Relations & Governance BPI Danantara Mohamad Al-Arief, serta Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino Moningka Vega. Selain Bio Farma, beberapa perusahaan nasional ternama lainnya juga turut serta dalam business pitching, menunjukkan sinergi BUMN dan swasta dalam memperluas jangkauan pasar internasional. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi, PT PLN Indonesia Power, PT Dirgantara Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk, Polytron, dan FKS Group.

Also Read

Tinggalkan komentar