Bappenas: Indonesia Siap Menjadi Model Pembangunan Pertanian Dunia

Budi Santoso

Bappenas: Indonesia Siap Menjadi Model Pembangunan Pertanian Dunia

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi model pembangunan pertanian bagi dunia internasional. Visi ambisius ini didasarkan pada fondasi kebijakan yang kokoh serta capaian sektor agraris nasional yang terus menunjukkan tren positif di tengah tantangan global. Menurut Rachmat, penguatan sektor ini memerlukan dukungan penuh melalui konsolidasi petani dalam organisasi strategis seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah dapat terimplementasi dengan baik hingga ke tingkat akar rumput.

Keberhasilan sektor pertanian yang dirasakan saat ini bukanlah sebuah kebetulan atau hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dirintis sejak awal kemerdekaan. Rachmat merujuk pada sejarah besar tahun 1952, saat Presiden Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang kini menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB) di Baranangsiang. Pada momen bersejarah tersebut, Bung Karno menyampaikan pesan legendaris bahwa urusan pangan adalah masalah hidup matinya sebuah bangsa. Strategi swasembada pangan yang dikejar pemerintah saat ini merupakan kelanjutan dari visi besar para pendahulu yang dijalankan secara konsisten lintas generasi kepemimpinan.

Di tengah gejolak ekonomi global yang memicu krisis pangan dan energi di banyak negara, Indonesia dinilai relatif mampu menjaga stabilitas domestik. Ketahanan ini didukung oleh kebijakan komprehensif yang memperhatikan kebutuhan dasar petani, mulai dari ketersediaan pupuk, pembangunan infrastruktur irigasi, distribusi benih unggul, hingga kepastian harga hasil panen. Pemerintah juga memperkenalkan instrumen inovatif melalui program Makan Bergizi Gratis. Program ini diproyeksikan menjadi penyerap (off-taker) utama hasil produksi pangan lokal, yang terbukti efektif menstabilkan harga komoditas seperti telur dan ayam. Stabilitas ini secara berantai berdampak positif pada peningkatan penyerapan jagung dalam rantai produksi pakan ternak nasional.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 5,91 Persen ke 7.828 Akibat Sentimen MSCI dan Suku Bunga

Selain stabilitas pasar, Rachmat menekankan bahwa riset dan inovasi adalah kunci utama keberlanjutan sektor pertanian. Tanpa dukungan penelitian yang aplikatif, Indonesia akan sulit bersaing di kancah global. Oleh karena itu, hasil riset harus dapat diakses dan diterapkan langsung oleh para petani di lapangan. Ke depannya, sektor pertanian Indonesia diproyeksikan tidak hanya menjadi penyedia pangan, tetapi juga sumber energi terbarukan, serat, dan bahan baku industri berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan riset, Indonesia optimis mampu memimpin transformasi sistem pangan dunia.

Also Read

Tinggalkan komentar