
PT Bank Jago Tbk terus mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah nasabah, mencapai 18,2 juta hingga akhir tahun 2025. Angka ini mencakup 14,2 juta pengguna aktif aplikasi Jago. Pertumbuhan pesat ini sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang berhasil dihimpun perseroan sepanjang tahun lalu. Bank Jago berhasil menghimpun DPK sebesar Rp25,9 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit juga mengalami kenaikan 38 persen secara tahunan, mencapai Rp24,3 triliun.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyatakan bahwa pertumbuhan yang solid ini didukung oleh strategi kolaborasi yang gencar dilakukan dengan berbagai ekosistem digital. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membuat layanan perbankan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Bank Jago secara konsisten berupaya untuk memperluas ekosistemnya dan melakukan diversifikasi risiko demi meningkatkan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kolaborasi dengan mitra strategis di berbagai sektor digital membuka peluang baru dan memberikan solusi perbankan yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan nasabah.
"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan Bank Jago atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini," ujar Arief Harris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis, 7 Mei 2026. Pernyataan ini menegaskan komitmen Bank Jago untuk terus membangun hubungan yang kuat dengan para pemangku kepentingannya, yang menjadi kunci keberhasilan perseroan. Dengan fokus pada inovasi teknologi dan kemitraan strategis, Bank Jago memposisikan dirinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri perbankan digital di Indonesia.
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi yang semakin mengarah pada digitalisasi menjadi momentum bagi bank digital seperti Bank Jago untuk terus bertumbuh. Kemudahan akses melalui aplikasi mobile, layanan yang responsif, dan fitur-fitur yang inovatif menjadi daya tarik utama bagi nasabah. Bank Jago tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah nasabah, tetapi juga pada kualitas layanan dan pengembangan produk yang sesuai dengan dinamika pasar. Upaya perluasan ekosistem digital ini mencakup integrasi dengan berbagai platform dan penyedia layanan, sehingga nasabah dapat melakukan berbagai aktivitas perbankan dan transaksi finansial lainnya dalam satu genggaman.
Diversifikasi risiko yang dilakukan Bank Jago juga menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang. Dengan tidak hanya bergantung pada satu jenis produk atau layanan, Bank Jago mampu memitigasi potensi kerugian dan memastikan keberlanjutan operasionalnya. Hal ini penting mengingat lanskap industri keuangan yang terus berubah dan semakin kompetitif. Dengan demikian, Bank Jago terus berinovasi dan beradaptasi untuk memenuhi tuntutan pasar serta memberikan nilai tambah yang maksimal bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.











