
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat konektivitas antarpulau nasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Aceh. Kerja sama ini bertujuan mengoperasikan lintasan penyeberangan Jakarta-Malahayati Aceh sebagai jalur strategis baru di wilayah barat Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir dan Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano di Jakarta.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa pengembangan lintasan Jakarta-Malahayati merupakan bagian dari transformasi layanan ASDP untuk memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang efisien, modern, dan terintegrasi. Lintasan ini diharapkan dapat menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi di Aceh serta kawasan barat Indonesia.
Melalui kolaborasi strategis ini, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan. Ini mencakup pengoperasian dan pengelolaan armada kapal, penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan.
Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama ini untuk membuka akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry RoRo. Sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan agenda pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional. Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara komprehensif di masa mendatang.
Pengembangan layanan Long Distance Ferry ini sejalan dengan arah transformasi bisnis ASDP dalam menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif. Skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, memangkas waktu tempuh logistik, serta mendorong efektivitas operasional secara keseluruhan. Yossianis menambahkan bahwa langkah ini merupakan kontribusi nyata ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang semakin efisien dan berdaya saing.
Saat ini, ASDP terus menjaga konektivitas wilayah Aceh melalui tiga lintasan penyeberangan utama: Ulee Lheue-Balohan, Ulee Lheue-Lamteung, dan Ulee Lheue-Serapung, dengan layanan armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu. Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh tercatat melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut. Capaian ini menegaskan peran strategis transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di Aceh. Ke depan, ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.











