APBN Indonesia Tak Mungkin Bangkrut, Ini Alasannya

Budi Santoso

APBN Indonesia Tak Mungkin Bangkrut, Ini Alasannya

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dengan tegas membantah kemungkinan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mengalami kebangkrutan. Pernyataan ini disampaikan Misbakhun dalam sesi "1 on 1 Legislative" Jogja Financial Festival di Yogyakarta, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia menjadi benteng utama ketahanan fiskal negara.

"Kalau ada yang mengatakan APBN kita bangkrut, tidak mungkin kita bangkrut," ujar Misbakhun, menekankan bahwa Indonesia diberkahi dengan kekayaan alam yang luar biasa. Ia mencontohkan berbagai komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional, seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang menyumbang sekitar 40 persen dari total ekspor, serta nikel yang bahkan melebihi 60 persen. Selain itu, Indonesia juga masih menjadi produsen utama komoditas lain seperti karet, kopi, damar, dan hasil perikanan laut yang tak kalah penting. "Negara sekaya Indonesia tidak mungkin menjadi negara yang bangkrut," tegasnya, menggarisbawahi potensi ekonomi yang dimiliki bangsa ini.

Misbakhun mengingatkan masyarakat untuk mencerna informasi terkait kondisi ekonomi secara rasional dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menimbulkan ketakutan berlebihan. Ia menyadari bahwa di era digital ini, informasi dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Namun, penting untuk membedakan antara realitas ekonomi yang sesungguhnya dengan opini yang beredar. "Kita berhadapan pada sebuah situasi antara realitas melawan media sosial. Jangan percaya begitu saja apa yang dilakukan influencer," pesannya.

Baca Juga :  Perkuat Tata Kelola Ekonomi untuk Stabilitas Rupiah & Investasi

Ia mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan isu ekonomi. Memahami fundamental ekonomi negara, termasuk kekuatan sumber daya alam dan diversifikasi produk ekspor, akan membantu masyarakat memiliki pandangan yang lebih objektif. Kebangkrutan APBN, menurutnya, adalah skenario yang sangat jauh dari kenyataan mengingat potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergali.

Lebih lanjut, Misbakhun menekankan pentingnya pengelolaan APBN yang prudent dan akuntabel. Meskipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, pengelolaan yang buruk dapat menimbulkan masalah. Namun, ia optimis bahwa dengan kebijakan yang tepat dan pengawasan yang ketat, APBN akan terus berfungsi sebagai instrumen penting dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan Misbakhun ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai ketahanan ekonomi Indonesia dan menepis kekhawatiran yang tidak berdasar. Fokus pada pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan diversifikasi ekonomi akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.

Also Read

Tinggalkan komentar