BEI Jajaki Investor Global, Perkuat Pasar Modal Indonesia

Budi Santoso

BEI Jajaki Investor Global, Perkuat Pasar Modal Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara proaktif telah menjalin komunikasi intensif dengan dua kelompok investor global terkemuka, guna memaparkan upaya-upaya strategis yang dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan pasar modal. Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa pertemuan tersebut disambut dengan apresiasi positif dari para investor internasional. Dalam dialog yang konstruktif, BEI tidak hanya mempresentasikan agenda pemulihan kepercayaan investor, tetapi juga secara aktif menggali masukan berharga untuk merumuskan strategi pengembangan pasar modal ke depan.

"Kami telah melakukan setidaknya dua kali pertemuan dengan kelompok investor global untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah kami ambil, yang tentunya mendapat apresiasi dari mereka," ujar Jeffrey kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026). "Selanjutnya, kami juga meminta masukan mengenai area-area yang dapat kita kembangkan bersama di masa mendatang." Upaya pemulihan kepercayaan investor menjadi prioritas utama BEI, yang dijalankan melalui koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat fondasi pasar modal. "Kami bersama-sama berupaya melakukan segala hal yang memungkinkan untuk memulihkan kepercayaan tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, BEI juga telah melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai bursa efek internasional sebagai bagian dari strategi perluasan jejaring dan penguatan penyerapan pasar. Melalui program "roadshow" ini, BEI berupaya menjangkau "demand side" baik dari pasar domestik maupun global. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan, "Kami melakukan roadshow untuk menjemput demand side, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luar untuk menjalin kerja sama, termasuk dengan firma pialang asing. Tujuannya adalah untuk membawa perusahaan tercatat ke pasar mereka dan memperkenalkan mereka agar dapat menarik minat investor."

Baca Juga :  Juara La Liga, BRI Beri Kesempatan ke Camp Nou

Nyoman juga mengonfirmasi bahwa antrean perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) terus berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Saat ini, tercatat ada 15 calon perusahaan terbuka yang diproyeksikan akan melakukan IPO pada tahun ini. BEI berkomitmen untuk terus mendorong calon perusahaan tercatat, manajemen, serta para underwriter untuk mempercepat proses pencatatan saham. "Kami ingin menekankan pentingnya percepatan proses, baik dari sisi perusahaan maupun dari sisi kami dalam memberikan tanggapan, agar laporan keuangan yang disampaikan tetap relevan dan sesuai dengan perkembangan terkini," pungkas Nyoman. Dengan demikian, BEI menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pasar modal yang dinamis, transparan, dan menarik bagi investor domestik maupun internasional.

Also Read

Tinggalkan komentar